Rusdi Sosok Mempersatukan Kekuatan DPRD
TANGERANG—Wafatnya Ketua DPRD Kota Tangerang, Rusdi Alam, meninggalkan duka mendalam bagi jajaran legislatif. Wakil Ketua I DPRD Kota Tangerang, Andri S Permana, mengenang almarhum sebagai sosok pemimpin yang mampu membangun semangat kolektif dan menjaga keseimbangan kekuatan di lingkungan parlemen.
Menurut Andri, kepemimpinan Rusdi Alam tidak hanya ditandai dengan kemampuan memimpin lembaga, tetapi juga kecakapannya mendistribusikan peran dan tanggung jawab kepada seluruh anggota DPRD tanpa membedakan latar belakang politik maupun posisi.
"Balance of power dalam teori hanya bisa dicapai melalui distribusi kekuatan. Dalam menjalankan kepemimpinan sebagai Ketua DPRD, beliau adalah figur yang piawai melakukan distribusi kekuatan dan pembagian tugas kepada semua, tidak hanya di level pimpinan," ujar Andri, Senin (20/7).
Ia menuturkan, seluruh anggota DPRD diberi ruang yang sama untuk berkontribusi dalam menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan. Pendekatan tersebut, kata dia, berhasil memperkuat semangat kolektif kolegial di DPRD Kota Tangerang. "Semua teman-teman di DPRD diberikan ruang dan tugas yang sama. Akhirnya semangat kolektif kolegial DPRD di era kepemimpinan beliau semakin terasa manfaatnya bagi masyarakat Kota Tangerang," katanya.
Andri berharap nilai-nilai kepemimpinan yang diwariskan Rusdi Alam dapat menjadi teladan bagi generasi muda, khususnya mereka yang akan terjun ke dunia politik dan pemerintahan. "Filosofi kepemimpinan beliau adalah melibatkan banyak orang dalam menyelesaikan berbagai persoalan di Kota Tangerang. Itu yang patut menjadi contoh bagi generasi penerus," ucapnya.
Di akhir penyampaiannya, Andri mengungkapkan rasa kehilangan yang sangat mendalam atas kepergian Rusdi Alam. Dengan nada emosional yang diselingi candaan, ia menggambarkan besarnya duka yang dirasakan.
"Kehilangan Bang Rusdi jauh lebih menyakitkan dibandingkan saya kehilangan mantan-mantan pacar saya," ujarnya sambil tertawa. Pernyataan tersebut menjadi penutup ungkapan duka Andri, sekaligus menggambarkan kedekatan hubungan personal dan profesional yang terjalin selama mereka bersama-sama memimpin DPRD Kota Tangerang.
Rasa kehilangan juga disampaikan Asisten Deputi Komunikasi dan Legal Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Yudis Tiawan. Ia bahkan menceritakan keterkejutannya saat mendapat kabar wafatnya Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang Rusdi Alam.
Pasalnya sekira dua atau tiga jam sebelum mendapat kabar duka, dirinya masih bertemu dan bercengkrama dengan Almarhum Rusdi Alam. "Jujur awalnya enggak percaya waktu baca kabar di grup, karena saya baru banget ketemu almarhum sebelumnya," ujar Yudis.
Lebih lanjut Yudis menjelaskan, Minggu (19/7) sekira pukul 15.00 WIB ia bertemu Rusdi untuk melayat ke rumah duka Direktur Yayasan Pondok Pesantren Al Hasyimiyyah yang juga mantan anggora DPRD Kota Tangerang, Kyai Haji Mustaya Hasyim.
Selama hampir satu jam bertemu ia mengaku tidak melihat tanda-tanda ataupun mendengar cerita keluhan sakitnya Rusdi baik secara langsung maupun dari kerabat terdekatnya.
Seusai melayat ke rumah duka Mustaya Hasyim dari kawasan Neglasari, Kota Tangerang, Rusdi mengaku hendak berolahraga ringan terlebih dahulu memanfaatkan hari libur. "Saya Minggu sore kira-kira jam 15.00 WIB sampai 16.00 WIB masih bareng sama almarhum, terus waktu mau pergi dari lokasi beliau ngomong mau olahraga jogging dulu dan saya jawab supaya jaga kesehatan," ungkapnya.
Kendati demikian sekira tiga jam pasca pertemuan terakhirnya itu, Yudis melihat pesan meninggalnya Rusdi Alam melalui aplikasi pesan singkat WhatsApp. Semula ia tidak langsung mempercayai kabar tersebut, langkah kroscek secara berlapis pun dilakukannya dengan menghubungi sejumlah rekan untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.
Setelah mendapat jawaban dan melihat sejumlah status ungkapan turut berduka cita, Yudis sempat menenangkan diri sejenak untuk menerima kabar yang mengejutkan bagi dirinya tersebut. "Saya sempat telepon teman-teman buat mastiin informasinya dan ternyata benar, baru saya menelaah sejenak untuk menerima kabar duka ini," paparnya.
Menurut dia, Rusdi Alam merupakan sosok yang dikenal periang, baik dan selalu memikirkan nasib dan kesejahteraan banyak orang. Jiwa masyarakat yang melekat dalam dirinya menjadi hal yang paling dikagumi dari sosok Rusdi Alam.
"Almarhum sering telepon saya minta pendapat tentang langkah dan keputusan yang harus diambil untuk bisa melakukan kepentingan masyarakat," ucapnya. "Saya kenal almarhum sudah dari dulu, jauh sebelum masuk ke anggota dewan, kami sesama pemuda yang bergerak dari bawah untuk kepentingan orang banyak," kata dia.
Piala Dunia 2026 | 1 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 1 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 2 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 3 hari yang lalu



