TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Prabowo: 18 Bulan Tuntaskan 110 Persoalan, Kabinet Diingatkan Tetap Rendah Hati dan "Ojo Dumeh"

Reporter & Editor : AY
Selasa, 21 Juli 2026 | 08:16 WIB
Presiden Prabowo pada acara Sidang Kabinet Parupurnadi Istana Negara, Senin 20 Juli 2026. Foto : Ist
Presiden Prabowo pada acara Sidang Kabinet Parupurnadi Istana Negara, Senin 20 Juli 2026. Foto : Ist

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan, pemerintah telah berhasil menyelesaikan sedikitnya 110 persoalan strategis selama 18 bulan masa pemerintahannya. Meski demikian, ia mengingatkan seluruh jajaran Kabinet Merah Putih agar tidak terlena oleh capaian tersebut dan tetap menjaga sikap rendah hati.


Pesan itu disampaikan Prabowo saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026). Dengan menggunakan ungkapan Jawa, ia mengingatkan para menteri agar tidak bersikap sombong.
"Ojo dumeh. Kita tidak boleh menepuk dada, tidak boleh besar kepala. Ini memang sebuah prestasi, tetapi kita harus tetap rendah hati karena itu adalah watak bangsa Indonesia," tegas Prabowo.


Menurut Presiden, berbagai persoalan yang selama bertahun-tahun menghambat pembangunan nasional mulai berhasil diurai dalam satu setengah tahun terakhir. Namun, ia menegaskan keberhasilan tersebut bukan alasan untuk mengendurkan kerja pemerintahan.


Prabowo meminta seluruh jajaran kabinet tetap fokus menuntaskan berbagai pekerjaan rumah yang masih dihadapi bangsa, mulai dari peningkatan kesejahteraan guru, penciptaan lapangan kerja, pengentasan kemiskinan ekstrem, hingga mengurangi ketimpangan sosial.
"Justru untuk itulah kita dipilih dan diberi mandat oleh rakyat," ujarnya.


Presiden juga mengaku baru menyadari besarnya tantangan yang dihadapi Indonesia setelah memimpin pemerintahan. Salah satunya adalah kebocoran kekayaan negara akibat praktik perdagangan ilegal seperti under invoicing, transfer pricing, manipulasi laporan perdagangan, hingga penyelundupan.


Menurutnya, praktik-praktik tersebut menyebabkan kekayaan Indonesia mengalir ke luar negeri hingga mencapai ratusan miliar dolar AS setiap tahun.
"Ini tidak masuk akal dan tidak adil bagi bangsa kita," katanya.


Di sektor pangan, Prabowo menegaskan pemerintah akan terus memperkuat ketahanan pangan nasional melalui berbagai program strategis, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), penyediaan pupuk, rehabilitasi jaringan irigasi, serta peningkatan produksi pangan.


Ia juga menyinggung sektor energi yang masih menghadapi tantangan. Namun, menurutnya, Indonesia berada dalam posisi yang lebih siap dibandingkan banyak negara lain di tengah ketidakpastian global.


Meski demikian, Prabowo mengingatkan agar capaian tersebut tidak membuat pemerintah cepat berpuas diri.
"Ini bukan untuk membuat kita lengah. Ini bukan untuk membuat kita cepat puas," ujarnya.


Prabowo juga membantah berbagai prediksi yang menyebut Indonesia akan mengalami kolaps. Menurutnya, kondisi bangsa justru terus menunjukkan penguatan.


"Berkali-kali dikatakan Indonesia akan kolaps. Faktanya, semakin hari justru semakin kuat," tegasnya.


Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan, Sidang Kabinet Paripurna juga dimanfaatkan sebagai forum evaluasi pelaksanaan program-program pemerintah. Namun, ia memastikan evaluasi tersebut tidak berkaitan dengan isu perombakan kabinet.


"Tidak ada isu reshuffle. Fokus pemerintah saat ini adalah mempercepat seluruh program prioritas agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat," kata Prasetyo.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit