Apresiasi Kesetiaan Nasabah, BTPN Syariah Berangkatkan Belasan Ibu di Waringinkurung Umrah ke Tanah Suci
SERANG - Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) Syariah memberikan apresiasi kepada nasabah setia yang memenuhi kriteria BBDKS (Berani, Berusaha, Disiplin, dan Kerja Sama), berupa umrah gratis ke Tanah Suci yang akan diberangkatkan pada November 2026 bersama nasabah terpilih lainnya secara nasional. Apresiasi umrah tersebut diberikan kepada 13 nasabah ibu-ibu yang tergabung dalam Sentra Setu Kidul 1 di Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang,
“BTPN Syariah, Alhamdulillah umroh satu pesawat," demikian yel-yel yang ucapkan para nasabah dan kru BTPN Syariah, dalam rangkaian acara pelatihan dasar keuangan kepada ratusan nasabah di Ponpes Modern Al-Markaz, Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang, Jumat (24/7/2026) siang.
Direktur BTPN Syariah, Dwiyono Bayu Winantio mengungkapan, sejak awal berdiri 12 tahun perusahaannya sudah empat kali memberangkatkan ribuan nasabah untuk beribadah umrah. Setiap tahun tidak kurang 297 nasabah mendapat apresiasi umrah gratis dan tahun ini sebanyak 383 nasabah yang berkesempatan untuk pergi ke Tanah Suci.
“Sebetulnya karena terhalang sama pandemi Covid-19 kita sempat berhenti (umrah gratis, red), kalau tidak ada Covid kita yang ketujuh. Tapi inilah yang kita bisa lakukan untuk para nasabah setia, karena ini salah satu apresiasi yang bisa kita berikan kepada nasabah yang benar-benar bisa menjalankan usahanya bukan hanya membayar (cicilan, red) tetapi dari waktu ke waktu usahanya semakin meningkat,” kata Bayu.
Dikatakan Bayu, hingga saat ini BTPN Syariah telah memberikan hadiah umrah kepada lebih dari 1.000 nasabah dari berbagai daerah di Indonesia. “Ini tahun kelima, BTPN Syariah menyelenggarakan program umrah satu pesawat," ungkapnya.
Business Coach BTPN Syariah Area Banten Jabar, Sulawesi dan Kalimantan, Firmansyah menjelaskan, sentra yang mendapatkan hadiah umrah dipilih berdasarkan tingkat kedisiplinan anggotanya. Pada kuartal pertama 2025 jumlah pembiayaan yang disalurkan di Sentra Setu Kidul ini Rp80 juta dan kuartal satu 2026 naik 66 persen menjadi Rp133 juta.
“Sentra ini (Setu Kidul 1, red) terpilih dalam program umrah satu pesawat karena anggotanya rajin dan dipilih hadir di Pertemuan Rutin Sentra (PRS), membayar angsuran tepat waktu, usahanya tumbuh, menginspirasi warga sekitar, dan anggota sentra kompak satu sama lainnya,” ungkap Firmansyah.
BTPN Syariah, kata dia, mungkin menjadi satu-satunya perbankan yang concern terhadap penyaluran bantuan permodalan bagi pelaku Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) yang selama ini tidak tersentuh fasilitas kredit perbankan. Menurutnya, Serang raya menjadi salah satu wilayah dengan jumlah perkembangan nasabah yang cukup baik sejak BTPN Syariah hadir 12 tahun lalu di Banten.
“Kita di BTPN Syariah mungkin menjadi satu-satunya bank yang menjalankan misi untuk memberikan pembiayaan kepada masyarakat prasejahtera. Karena kita bank tentunya kita juga diawasi ketat oleh regulator, government dan tentunya juga pemerintahan di daerah seperti muspida dan muspika untuk mengawal kami dalam menjalankan visi misi baik itu,” terangnya.
Sementara, Camat Waringinkurung, Budi Handono mengatakan, kehadiran BTPN Syariah tidak hanya memberikan akses modal, tetapi juga pendampingan usaha secara konsisten. "Kami sangat mengapresiasi kehadiran BTPN Syariah di wilayah kami. (BTPN Syariah, red) tidak hanya memberikan akses pembiayaan bagi masyarakat prasejahtra produktif, khususnya perempuan, tetapi juga secara konsisten melakukan pendampingan pemberdayaan usaha," kata Budi.
Nasabah Terharu Dapat Hadiah Umrah
Sementara, Rusdiyati (51) warga Kampung Setu Kidul, Desa Sambilawang, Kecamatan Waringinkurung mengaku, terharu bisa mendapatkan hadiah umrah gratis dari BTPN Syariah. Ia mengaku, mendapat pelayanan yang baik selama mengajukan pinjaman pertamanya sebesar Rp 3 juta untuk jualan sayuran dan aneka jajanan. “Saya dimudahkan dalam proses pinjaman. Petugasnya muda-muda, cantik-cantik, dan santun. Saya pertama pinjam delapan tahun lalu Rp 3 juta untuk modal jualan sembako, sayuran dan gorengan," ujar Rusdiyati, dengan mata berkaca-kaca.
Kata dia, hingga saat ini masih menjadi nasabah BTPN Syariah dengan nilai pinjaman yang meningkat dibandingkan pinjaman pertama. Bahkan berkat pinjaman bantuan permodalan tersebut, usahanya makin meningkat. “Alhamdulillah usaha saya juga makin berkembang dan omzetnya meningkat. Terima kasih BTPN Syariah yang sudah membantu masyarakat di Kampung Setu Kidul,” tutupnya.(*)
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 3 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 3 hari yang lalu



