Gubernur Andra Ikut Memanen Padi & Tanam Jagung Di Carita
Dorong Produktivitas Sektor Pertanian Di Banten Meningkat
PANDEGLANG - Gubernur Banten Andra Soni, tengah ikut memanen padi dan menanam jagung, di persawahan yang ada di wilayah Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Kamis (30/7). Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Yayasan Bakti Bela Negara, sebagai bagian dari upaya mendorong peningkatan produksi pertanian di Provinsi Banten.
Dalam kegiatan itu, dilakukan panen raya padi varietas PS 08 di lahan seluas sekitar 1.500 hektare serta penanaman jagung hibrida di lahan seluas 500 hektare.
Gubernur Andra, mengatakan, panen raya dan penanaman jagung tersebut merupakan salah satu langkah untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian, khususnya komoditas padi dan jagung di Banten.
“Varietas padi PS 08 dan jagung hibrida ini memang merupakan varietas baru. Namun, upaya meningkatkan produksi pertanian akan terus kami lakukan,” katanya.
Menurut Andra, sektor pertanian di Banten, khususnya di Kabupaten Pandeglang, menunjukkan perkembangan yang positif. Hal itu katanya, ditandai dengan meningkatnya produktivitas serta perluasan lahan tanam dan panen setiap tahun.
“Pemanfaatan lahan terus kami tingkatkan. Luas tanam dan luas panen juga terus bertambah sehingga produksi pertanian meningkat dari tahun ke tahun,” katanya.
Ia mengungkapkan, pada tahun lalu luas tanam dan panen padi di Provinsi Banten mencapai lebih dari 350 ribu hektare. Tahun ini, pemerintah menargetkan capaian tersebut terus meningkat.
“Kami berharap tahun ini ada peningkatan luas tanam dan panen dibandingkan tahun lalu, sehingga produksi padi di Banten juga semakin meningkat,” harapannya.
Selain memperluas area tanam, Pemerintah Provinsi Banten juga terus mendorong pembangunan infrastruktur pertanian, seperti jaringan irigasi dan bendungan, guna menjamin ketersediaan air bagi lahan pertanian.
“Dari pemerintah pusat kami mendapatkan dukungan pembangunan jaringan irigasi, bendungan, serta bantuan alat dan mesin pertanian untuk meningkatkan produktivitas petani,” jelasnya.
Terkait banyaknya hasil panen padi petani yang dipasarkan ke luar daerah, Andra mengakui kondisi tersebut masih terjadi karena keterbatasan fasilitas pengolahan di daerah.
“Kami berharap pengusaha lokal dapat membangun RMU (Rice Milling Unit), khususnya di wilayah Pandeglang, sehingga hasil panen petani bisa ditampung dan diolah di daerah sendiri, tidak seluruhnya diserap oleh pengusaha dari luar daerah,” pungkasnya.
Sementara, Wakil Bupati (Wabup) Pandeglang, Iing Andri Supriadi, menyampaikan apresiasi kepada para petani, penyuluh pertanian, dan seluruh pihak yang telah bekerja keras sehingga panen raya dapat terlaksana dengan sukses.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Pandeglang, kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh petani dan penyuluh pertanian. Pertanian merupakan tulang punggung perekonomian masyarakat Pandeglang sekaligus menjadi sektor strategis dalam menjaga ketahanan pangan daerah maupun nasional,” katanya.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Pandeglang akan terus mendorong peningkatan produktivitas pertanian melalui penggunaan benih unggul, pendampingan kepada petani, serta penyediaan sarana dan prasarana pertanian yang memadai.
Iing menjelaskan, pada Tahun 2025 Kecamatan Carita mampu menghasilkan produksi padi sebesar 23.298 ton. Capaian tersebut menjadi modal penting untuk meningkatkan hasil pertanian pada tahun-tahun berikutnya.
“Berdasarkan kondisi pertanian saat ini, pengembangan varietas PS-08 pada hamparan seluas 1.500 hektare diperkirakan mampu menghasilkan sekitar 8.438 ton Gabah Kering Panen (GKP). Potensi ini menunjukkan bahwa Kecamatan Carita memiliki peluang besar menjadi salah satu sentra produksi padi unggulan di Kabupaten Pandeglang,” tandasnya.(pal)
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 13 jam yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu



