TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

EO Terang Kreasi Dilarang Keras Gelar Event Di Tangsel

Buntut Kisruh Lomba Lari Di CFD

Reporter: Rachman Deniansyah
Editor: Irma Permata Sari
Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:00 WIB
Ils
Ils

SERPONG-Event Organizer (EO) Terang Kreasi, penyelenggara ajang Tangsel Fun Walk and Run 2026 dilarang keras menggelar event apapun di wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Upaya blacklist itu dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel buntut kisruh acara pada Minggu (2/8) di kawasan Serpong.

 

 Kepala Bidang Olahraga Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Tangsel, Deden Umaidi mengatakan, pihaknya telah memanggil EO Terang Kreasi untuk meminta klarifikasi sekaligus menindaklanjuti berbagai keluhan yang disampaikan ribuan peserta Tangsel Fun Walk and Run. "Kami panggil untuk dimintai keterangan," kata Deden, Senin (3/8).

 

 Menurutnya, penyelenggaraan ajang lari berbayar tersebut telah merugikan masyarakat sekaligus mencoreng nama baik Kota Tangsel. Apalagi, banyak peserta merupakan warga Tangsel yang merasa kecewa karena pelaksanaan acara dinilai tidak profesional.

 

 Deden menegaskan, penyelenggara harus bertanggung jawab atas seluruh persoalan yang terjadi selama kegiatan berlangsung. "EO harus bertanggung jawab terhadap publik, khususnya peserta maraton," tegasnya.

 

 Sebagai tindak lanjut, Dispora juga menjatuhkan sanksi kepada EO Terang Kreasi dengan melarang perusahaan tersebut kembali menggelar kegiatan di Kota Tangsel. "EO tersebut untuk tidak lagi melaksanakan kegiatan di wilayah Kota Tangerang Selatan," ujar Deden.

 

 Ia juga meluruskan penggunaan logo Pemkot Tangsel dan Dispora yang tercantum dalam materi promosi kegiatan. Menurutnya, pencantuman logo tersebut dilakukan tanpa koordinasi dan komunikasi yang tuntas dengan pemerintah daerah sehingga menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

 

 "Sebelum mencantumkan logo sehingga menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat," terangnya.

 

 Sebelumnya, kisruh mewarnai pelaksanaan Tangsel Fun Walk and Run 2026 yang digelar bertepatan dengan Car Free Day (CFD). Ribuan peserta meluapkan kekecewaan karena sejumlah fasilitas yang dijanjikan panitia tidak tersedia sesuai harapan.

 

 Salah satu keluhan terbesar datang dari keterlambatan pembagian medali finisher. Medali yang menjadi simbol penyelesaian lomba itu baru dibagikan setelah gelombang protes bermunculan. Selain itu, doorprize yang dijanjikan tak kunjung dibagikan dan sejumlah rangkaian acara juga tidak berjalan sebagaimana dipromosikan.

 

 Salah satu peserta, Bayu Agung Setiawan mengatakan, kekecewaan semakin memuncak setelah mengetahui medali belum tersedia di lokasi. Bahkan, menurut informasi yang diterimanya, vendor medali juga ikut dirugikan.

 

 "Yang paling dicari pelari itu medali. Ternyata vendor medali juga ikut dirugikan karena panitia diduga tidak bertanggungjawab. Bahkan informasinya panitia sudah meninggalkan lokasi sejak pagi," ungkapnya.

 

 Akibat kekacauan tersebut, lebih dari 2.000 peserta sempat mendatangi pengelola ITC BSD yang menjadi lokasi kegiatan untuk meminta kejelasan dan solusi.

 

 Sementara, penanggung jawab kegiatan, Adit enggan memberikan penjelasan terkait hasil pertemuan dengan Dispora. Ia hanya mengklaim bahwa medali yang belum dibagikan hanya sebagian kecil peserta. "Peserta cuma beberapa aja yang kurang," klaimnya.

 

 Ia juga tidak menjelaskan alasan medali tidak dipersiapkan sejak awal. Menurutnya, keterlambatan terjadi karena medali dikirim dari Bandung. Diketahui, ajang tersebut diikuti sedikitnya 2.000 peserta dengan biaya pendaftaran berkisar Rp 90 ribu hingga Rp 135 ribu sesuai kategori lomba. Panitia sebelumnya bahkan mempromosikan kegiatan ini sebagai cikal bakal penyelenggaraan Tangsel Marathon.(rmn)

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit