24.700 Ibu Hamil Di Tangsel Rentan Anemia
Bisa Sebabkan Anak Stunting
SERPONG-Jumlah ibu hamil di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pada 2026 ini tercatat sebanyak 24.700 orang. Dari jumlah tersebut, masih banyak ditemukan ibu hamil mengalami anemia.
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) mengedukasi ibu hamil melalui Gerakan Ibu Hamil Sehat, di Pusat Pemerintahan (Puspem) Tangsel, Senin (3/8). Sebanyak 120 peserta yang terdiri dari ibu hamil, kader kesehatan, dan tenaga kesehatan mendapatkan pembekalan langsung dari dokter spesialis kandungan guna penanganan stunting.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangsel, Allin Hendalin Mahdaniar mengungkapkan, saat ini terdapat sekitar 24.700 ibu hamil di Kota Tangsel. Namun, masih ditemukan ibu hamil yang mengalami anemia, sehingga dibutuhkan perhatian dan penanganan bersama.
Menurut Allin, kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan melalui kolaborasi antara ibu hamil dengan tenaga kesehatan. Kesadaran ibu untuk rutin memeriksakan kehamilan juga dinilai sangat menentukan keberhasilan upaya pencegahan stunting.
"Petugas kesehatannya saja yang semangat tidak cukup, ibu hamilnya juga harus aktif. Kolaborasi ini harus berjalan bersama agar kesehatan ibu dan bayi benar-benar terjaga," katanya.
Ia menjelaskan, kegiatan yang diikuti 120 peserta itu tidak hanya berisi edukasi, tetapi juga mendorong para ibu hamil memahami pentingnya Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Buku tersebut menjadi pedoman selama masa kehamilan hingga anak berusia lima tahun, mulai dari jadwal pemeriksaan kesehatan, pemenuhan gizi, hingga tahapan tumbuh kembang anak.
"Di buku KIA sudah ada semua panduan yang harus diketahui ibu hamil. Karena itu, ibu hamil wajib memahami isi buku tersebut sebagai bekal menjaga kesehatan dirinya dan bayinya," ujarnya.
Allin menambahkan, prevalensi balita pendek dan sangat pendek di Tangsel saat ini tercatat sebesar 0,78 persen dari total 115.467 balita. Hasil audit menunjukkan penyebabnya beragam, di antaranya ibu hamil yang mengalami anemia, terpapar asap rokok bahkan merokok, serta dipengaruhi faktor pendidikan.
Karena itu, menurutnya, edukasi sejak masa kehamilan menjadi salah satu strategi penting untuk menekan angka stunting di Kota Tangsel. "Ini merupakan komitmen Pemerintah Kota Tangerang Selatan dalam menyiapkan ibu hamil yang sehat agar melahirkan bayi yang sehat, sehingga upaya pencegahan stunting dapat dilakukan sejak dini," tandasnya.
Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan mengatakan, kegiatan tersebut merupakan langkah promotif dan preventif agar para ibu hamil memahami cara menjaga kehamilan yang sehat hingga melahirkan bayi yang sehat dan berkualitas.
"Program hari ini mengundang perwakilan ibu hamil, kader kesehatan, dan tenaga kesehatan untuk mendapatkan informasi serta ilmu langsung dari dokter spesialis kandungan mengenai langkah-langkah menjaga kehamilan. Tujuannya agar anak-anak lahir sehat, selamat, serta memiliki pertumbuhan fisik dan perkembangan otak yang baik," ujar Pilar.
Menurutnya, edukasi kepada ibu hamil menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat di masa mendatang. Karena itu, Pemkot Tangsel terus mendorong upaya pencegahan sejak masa kehamilan.
"Ini merupakan langkah promotif dan preventif dari Pemkot Tangsel supaya ke depan kualitas hidup masyarakat Tangerang Selatan dan angka harapan hidup masyarakat juga bisa terus meningkat," katanya.(rmn)
Nasional | 1 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu



