TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Macet Tiap Pagi Sejauh 1,3 KM, Simpang Jalan Asshobirin Diperlebar

Reporter: Rachman Deniansyah
Editor: Irma Permata Sari
Kamis, 06 Agustus 2026 | 08:05 WIB
LALU LINTAS. Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Tangsel, Martha Lena memaparkan strateginya untuk memecah kemacetan di Simpang Jalan Asobirin, Kelurahan Pondok Jagung Timur, Kecamatan Serpong Utara.
LALU LINTAS. Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Tangsel, Martha Lena memaparkan strateginya untuk memecah kemacetan di Simpang Jalan Asobirin, Kelurahan Pondok Jagung Timur, Kecamatan Serpong Utara.

SERPONG UTARA-Kemacetan panjang yang kerap terjadi di Simpang Jalan Asshobirin, Kelurahan Pondok Jagung Timur, Kecamatan Serpong Utara.segera mendapat penanganan. Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel). Jalan di kawasan itu bakal diperlebar.

 

 Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Tangsel, Martha Lena mengatakan, pelebaran dilakukan setelah hasil evaluasi menunjukkan titik tersebut menjadi salah satu lokasi dengan tingkat kepadatan kendaraan yang cukup tinggi, terutama pada jam berangkat kerja dan sekolah.

 

 Berdasarkan pemantauan Dishub, antrean kendaraan paling panjang terjadi pada pagi hari, yakni sekitar pukul 07:00 hingga 09:00 WIB. Pada jam sibuk tersebut, kemacetan bahkan dapat mengular hingga sekitar 1,3 kilometer.

 

 "Kalau pagi dari jam 07:00 sampai 09:00 macet paling parah bisa sampai 1,3 kilometer, kalau sorenya gak terlalu parah macetnya," kata Martha, Selasa (4/8).

 

 Menurutnya, kemacetan dipicu oleh penyempitan jalan (bottleneck) di area simpang yang membuat pergerakan kendaraan dari berbagai arah saling bersinggungan. Kondisi itu menyebabkan arus lalu lintas tersendat, terutama bagi kendaraan yang hendak berbelok masuk maupun keluar Jalan Asobirin.

 

 Melalui pelebaran simpang, ruang gerak kendaraan akan bertambah sehingga proses keluar-masuk kendaraan menjadi lebih lancar dan penumpukan dapat dikurangi.

 

 "Untuk lebih mengalirkan kendaraan, sehingga nanti kendaraan yang ingin belok jadi lebih smooth," ujarnya.

 

 Sebelum memutuskan melakukan pelebaran, Dishub sempat mengkaji penerapan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah. Namun, skema tersebut tidak diterapkan karena dinilai akan membuat jarak tempuh pengguna jalan menjadi lebih panjang.

 

 Saat ini lebar akses simpang Jalan Asshobirin sekitar tujuh meter. Setelah proyek selesai, lebar jalan ditargetkan bertambah menjadi sekitar 12,5 hingga 15 meter.

 

 Pekerjaan fisik direncanakan dimulai pada Agustus ini dan akan dilaksanakan oleh Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) Kota Tangsel.

 

 "Berlangsung bulan ini, untuk teknisnya nanti ada di Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi," pungkas Martha.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit