Peyek Den Bagus Dari Setu Rambah Bandara
SETU-Produk camilan Peyek Den Bagus milik pelaku UMKM asal Kecamatan Setu, Mimin Casmiaty berhasil memperluas pasar. Selain dipasarkan secara daring, produk tersebut juga telah masuk ke sejumlah jaringan ritel, toko oleh-oleh, hingga gerai di Bandara Soekarno-Hatta Terminal 2.
Perjalanan usaha yang dibangun dari nol itu, menurut Mimin, tidak lepas dari pendampingan yang diterimanya sejak bergabung dengan pelaku UMKM dan mendapat pembinaan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel), khususnya melalui bidang perikanan.
"Alhamdulillah, usaha ini dirintis dari 2022. Saya masih sangat baru. Awalnya dari nol. Terus bergabung dengan UKM ini, masih belajar. Seiring berjalannya waktu saya juga bergabung dengan Pemerintah Kota Tangerang Selatan, terutama di bidang perikanan. Sangat banyak membantu progres usaha saya," ujar Mimin, Kamis (6/8).
Dukungan tersebut, kata dia, membuka peluang untuk mendapatkan bantuan sarana produksi dari Pemerintah Provinsi Banten. Pada 2024, usahanya memperoleh bantuan mesin peniris minyak (spinner) yang digunakan untuk meningkatkan kualitas produk.
"Setelah empat tahun ini saya sudah mendapatkan dua kali bantuan dari bidang perikanan Provinsi Banten. Yang pertama tahun 2024 saya mendapatkan spinner (mesin pengering minyak)," katanya.
Tahun ini, Mimin kembali menerima bantuan berupa freezer yang dimanfaatkan untuk menjaga kualitas bahan baku ikan. "Tahun 2026 ini direkomendasikan juga dari bidang perikanan untuk Provinsi Banten mendapatkan bantuan freezer," tuturnya.
Saat ini, Peyek Den Bagus memproduksi berbagai varian peyek berbahan ikan, seperti teri dan rebon, termasuk varian rebon pedas yang menjadi salah satu produk unggulan. Untuk mengikuti selera pasar, Mimin juga tengah menyiapkan inovasi baru berupa peyek tuna nori dengan dua pilihan rasa.
"Sekarang ini saya masih trial. Insya Allah sebentar lagi mau launching varian tuna nori. Nanti ada dua varian rasa baru, yaitu tuna nori spicy dan original. Jadi itu bentuk inovasi kami. Peyek jangan monoton, harus banyak variannya, terutama berbahan ikan," jelasnya.
Selain mengembangkan produk, Mimin juga terus memperluas jaringan pemasaran. Produknya kini telah bekerja sama dengan sejumlah ritel dan dipasarkan melalui berbagai platform digital.
"Saya sudah bekerja sama dengan beberapa retail. Salah satunya di TikTok, Aneka Buana, Harmony. Kemarin juga sudah MoU dengan salah satu grup retail. Pemerintah banyak memberikan support, jadi saya mulai belajar jalan sendiri," ujarnya.
Tak hanya itu, Peyek Den Bagus juga tersedia di layanan GoFood dan ShopeeFood, serta dipasarkan melalui sejumlah toko oleh-oleh, termasuk AJ Krisna Yogyakarta dan gerai di Bandara Soekarno-Hatta Terminal 2. Dalam waktu dekat, produk tersebut juga direncanakan masuk ke bandara di Palembang dan Bengkulu.
"Ada online juga, kita di GoFood, ShopeeFood. Terus ada mitra-mitra toko oleh-oleh juga di AJ Krisna, Jogjakarta, di Bandara Terminal 2. Insya Allah nanti Bandara Palembang sama Bengkulu juga mau running," ungkapnya.(rmn)
Olahraga | 3 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Pendidikan | 10 jam yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Olahraga | 22 jam yang lalu
Olahraga | 20 jam yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu



