4,49 Juta Wisatawan Kunjungi Tangsel
Kuliner & Hiburan Jadi Magnet Utama
CIPUTAT-Sepanjang Januari hingga Juni 2026, jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mencapai 4.495.305 orang. Sektor kuliner, restoran, kafe, hingga hiburan paling banyak dikunjungi.
Data Dinas Pariwisata Kota Tangsel mencatat, total kunjungan tersebut berasal dari wisatawan domestik maupun mancanegara yang tersebar di tiga sektor utama, yakni akomodasi, industri pariwisata, dan objek wisata.
Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata Dinas Pariwisata Tangsel, Anung Indra Kumara mengatakan, karakter pariwisata Tangsel memang berbeda dengan daerah lain yang mengandalkan wisata alam.
"Kita memang lebih kepada urban tourism. Kita enggak punya gunung, kita enggak punya laut. Jadi kalau dari sisi alam sebetulnya kita enggak terlalu potensial," ujarnya, kepada Tangsel Pos, Kamis (6/8).
Berdasarkan data yang dihimpun, kunjungan wisatawan tertinggi terjadi pada Maret dengan 837.017 orang, disusul Mei sebanyak 821.264 orang dan April sebanyak 791.773 orang. Sementara, kunjungan terendah tercatat pada Februari dengan 582.132 wisatawan.
Sepanjang Semester I-2026, sektor industri pariwisata menjadi kontributor terbesar dengan 3.486.406 kunjungan, terdiri atas restoran, kafe, rumah makan, hingga tempat hiburan. Sementara sektor objek wisata mencatat 666.002 kunjungan, sedangkan akomodasi seperti hotel, motel, homestay, dan wisma menyumbang 342.897 kunjungan.
Dari sisi asal wisatawan, mayoritas pengunjung masih didominasi wisatawan domestik. Selama enam bulan pertama tahun ini, jumlah wisatawan domestik mencapai sekitar 4,44 juta orang, sedangkan wisatawan mancanegara sekitar 58 ribu orang.
Anung menjelaskan, kekuatan pariwisata Tangsel bukan terletak pada wisata alam, melainkan wisata perkotaan yang didukung pusat kuliner, hiburan, serta destinasi berbasis budaya.
Salah satu destinasi yang terus dikembangkan adalah Kampung Edu Wisata Keranggan di Kecamatan Setu. Menurutnya, daya tarik kawasan tersebut justru berasal dari kekayaan budaya masyarakat setempat.
"Misalnya Kampung Edu Wisata Keranggan. Sebetulnya kalau wisata bukan alamnya sih, sebetulnya itu lebih kepada budayanya," jelasnya.
Ia menuturkan, Kampung Keranggan menjadi salah satu wilayah yang masih mempertahankan budaya Sunda secara kuat.
"Di situ satu-satunya desa yang menurut saya masih berbahasa Sunda. Di situ ya pure semuanya Sunda," katanya.
Selain itu, kawasan tersebut juga memiliki berbagai produk unggulan yang dikelola masyarakat melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). "Di sana juga ada home industri, seperti kacang Keranggan. Dan itu dikelola oleh Pokdarwis di sana," pungkasnya. (rmn)
Olahraga | 3 hari yang lalu
Pendidikan | 11 jam yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Olahraga | 23 jam yang lalu
Olahraga | 21 jam yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu



