TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Piastri Terpikat Raungan Mesin V8 Saat Jajal Mobil Legendaris McLaren

Reporter: Farhan
Editor: AY
Jumat, 07 Agustus 2026 | 06:44 WIB
Pembalap F1 dari Tim McLaren Oscar Piastri. Foto : Ist
Pembalap F1 dari Tim McLaren Oscar Piastri. Foto : Ist

AUSTRALIA - Jeda paruh musim Formula 1 dimanfaatkan Oscar Piastri untuk bernostalgia dengan sejarah McLaren. Pembalap asal Australia itu mendapat kesempatan mengemudikan McLaren MP4-23, mobil yang mengantarkan Lewis Hamilton meraih gelar juara dunia Formula 1 musim 2008.


Sebelumnya, Piastri juga menjajal McLaren MP4-22 yang digunakan Fernando Alonso pada musim 2007. Kesempatan tersebut membuatnya bisa merasakan langsung karakter mobil Formula 1 era mesin V8 yang hingga kini masih dikenang para penggemar.


Piastri mengaku sangat menikmati pengalaman itu. Menurutnya, bobot mobil yang lebih ringan dipadukan dengan raungan khas mesin V8 menghadirkan sensasi berkendara yang berbeda dibandingkan mobil Formula 1 modern.


"Saya sangat menikmatinya. Mobil-mobilnya sangat ringan dan suara mesinnya sungguh luar biasa. Meski begitu, mobil Formula 1 saat ini tetap sangat cepat," ujar Piastri, seperti dikutip dari Crash.


Pembalap berusia 25 tahun itu menilai pengalaman tersebut terasa semakin spesial karena membawa kembali kenangan masa kecilnya. Musim 2007 dan 2008 merupakan periode ketika ia mulai mengikuti Formula 1 sebagai penonton.


"Ketika tumbuh besar sambil menonton Formula 1 di televisi dan mendengar suara mesin V8, tentu ada unsur nostalgia. Mengendarai mobil dari era 2007 dan 2008 membuat saya tersenyum lebar saat keluar dari kokpit," katanya.


Pengalaman menjajal dua mobil legendaris McLaren itu juga memberinya sudut pandang baru saat membandingkan karakter mobil lintas generasi. Sebelumnya, usai GP Belgia, Piastri sempat mengkritik power unit Formula 1 modern yang dinilainya membuat pembalap terlalu bergantung pada pengelolaan energi berbasis algoritma sehingga ruang untuk memacu mobil hingga batas maksimal menjadi lebih terbatas.


Perdebatan mengenai arah teknologi Formula 1 pun kembali mengemuka. Presiden FIA Mohammed Ben Sulayem bahkan mengusulkan agar ajang balap paling bergengsi itu kembali menggunakan mesin V8 pada regulasi baru yang direncanakan berlaku pada awal dekade 2030-an.
 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit