TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Pemerintah Gerak Cepat, 253 Ton Logistik Disalurkan ke NTT

Reporter & Editor : AY
Rabu, 19 Agustus 2026 | 11:54 WIB
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengecek 65 ton bantuan di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu sekitar pukul 04.00 WIB. (Foto : IG@sekretariat.kabinet)
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengecek 65 ton bantuan di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu sekitar pukul 04.00 WIB. (Foto : [email protected])

JAKARTA – Pemerintah bergerak cepat menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga hari kelima pascabencana, Rabu (19/8/2026), total 253 ton logistik telah dikirim ke sejumlah wilayah terdampak.


Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan, pemerintah kembali mengirimkan 65 ton bantuan tambahan menggunakan lima pesawat dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu sekitar pukul 04.00 WIB.


“Atas instruksi Bapak Presiden, hari ini, hari kelima pascabencana, 19 Agustus 2026, jam 4 pagi kembali diberangkatkan lima pesawat menuju NTT. Hari ini total membawa 65 ton logistik,” kata Teddy, dikutip dari akun Instagram @sekretariat.kabinet.


Pengiriman bantuan dilakukan secara bertahap sejak hari pertama setelah gempa. Tambahan 65 ton tersebut membuat total logistik yang telah dikirim pemerintah mencapai 253 ton.


Bantuan terdiri dari berbagai kebutuhan masyarakat, mulai makanan dan minuman, tenda, perlengkapan kesehatan, hingga kebutuhan darurat lainnya.


Untuk mempercepat distribusi ke wilayah terdampak, pemerintah menyiapkan dua posko utama, yakni di Labuan Bajo dan Maumere.


Dari Posko Labuan Bajo, bantuan disalurkan ke sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Manggarai dan Ngada. Sementara Posko Maumere menjadi titik distribusi bantuan untuk Kabupaten Sikka, Ende, dan Nagekeo.


Teddy memastikan distribusi bantuan dilakukan melalui berbagai jalur, yakni udara, laut, dan darat. Jalur udara diperkuat dengan helikopter, pesawat Cassa, serta pesawat berukuran lebih kecil untuk menjangkau wilayah yang membutuhkan bantuan.


Sementara melalui jalur laut, tiga kapal perang Republik Indonesia (KRI) milik TNI Angkatan Laut telah berada di wilayah terdampak. Pemerintah juga menyiapkan satu kapal rumah sakit untuk mendukung pelayanan kesehatan bagi masyarakat.


“Laporan dari Menteri PU, seluruh jalur darat sudah dapat dilewati sejak hari kedua,” ujar Teddy.


Pemerintah terus memantau proses distribusi agar bantuan dapat segera diterima masyarakat yang membutuhkan. Teddy juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh aparat, relawan, masyarakat, dan pihak lain yang terlibat dalam penanganan bencana.


“Terima kasih kepada seluruh aparat yang bertugas, kepada warga, kepada relawan, kepada siapa pun yang turut membantu penanganan bencana ini sehingga logistik dapat terkirim secepat mungkin dan dapat dirasa manfaatnya secepat mungkin oleh warga yang terdampak,” tuturnya.


69 Orang Meninggal


Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT hingga Selasa (18/8/2026) pukul 09.00 Wita, gempa tersebut telah menyebabkan 69 orang meninggal dunia. Sebanyak 331 orang mengalami luka-luka, sedangkan 34.689 warga terpaksa mengungsi.


Kabupaten Manggarai menjadi wilayah dengan jumlah korban meninggal terbanyak, yakni 26 orang. Disusul Manggarai Timur 25 orang, Nagekeo delapan orang, Sikka empat orang, serta Manggarai Barat, Ende, dan Ngada masing-masing dua orang.


Gempa juga menyebabkan kerusakan pada puluhan ribu bangunan di Flores dan wilayah sekitarnya. BPBD NTT mencatat 19.297 rumah terdampak, terdiri dari 6.463 rumah rusak berat, 2.481 rusak sedang, dan 12.006 rusak ringan.


Kerusakan juga terjadi pada berbagai fasilitas publik. Tercatat 658 satuan pendidikan, 172 fasilitas pelayanan kesehatan, 172 rumah ibadah, 187 perkantoran, serta 89 fasilitas umum mengalami kerusakan.


Kerusakan tersebut tersebar di delapan kabupaten, yakni Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ende, Sikka, Ngada, Nagekeo, dan Sumba Timur.


Sementara itu, pemerintah daerah bersama berbagai unsur terkait masih melakukan pendataan terhadap warga yang mengungsi. Hingga Selasa pagi, tercatat 34.689 warga mengungsi ke sejumlah lokasi yang dinilai lebih aman.


Pemerintah memastikan penyaluran bantuan dan penanganan terhadap korban terus dilakukan secara terpadu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mempercepat proses pemulihan pascagempa.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit