TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

MotoGP 2026: Dominasi Aprilia Diuji di Aragon

Reporter & Editor : AY
Jumat, 21 Agustus 2026 | 12:32 WIB
Michele Pirro. Foto : Ist
Michele Pirro. Foto : Ist

SPANYOL - Persaingan perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026 memasuki fase krusial. Seri ke-11 yang akan digelar di Sirkuit MotorLand Aragon, Spanyol, pada 28–30 Agustus mendatang, diprediksi menjadi ujian berat bagi dominasi Aprilia.


Dengan 10 seri masih tersisa dan 370 poin maksimal yang bisa diperebutkan, persaingan di papan atas berlangsung sangat ketat. Enam pembalap teratas hanya dipisahkan 56 poin.


Tiga posisi teratas saat ini ditempati para pembalap Aprilia. Jorge Martin, Marco Bezzecchi, dan Ai Ogura menjadi kekuatan utama pabrikan asal Noale, Italia, tersebut.


Di belakang mereka mengintai dua pembalap Ducati, Marc Marquez dan Fabio Di Giannantonio, serta Raul Fernandez dari Trackhouse Aprilia.


Kondisi itu membuat hasil balapan di Aragon berpotensi mengubah peta persaingan secara signifikan. Chief Executive Officer (CEO) Aprilia Racing, Massimo Rivola, menilai karakter Sirkuit MotorLand Aragon akan menjadi ujian penting untuk mengukur kekuatan para kandidat juara dunia.


“Aragon bisa memberi kita gambaran tentang siapa penantang gelar juara dunia yang sebenarnya,” ujar Rivola, seperti dikutip Crash.


Aprilia memang tengah mendominasi klasemen. Namun, ancaman serius datang dari Marc Marquez yang memiliki rekam jejak luar biasa di Aragon.
Pembalap berjuluk The Baby Alien itu telah mengoleksi tujuh kemenangan Grand Prix di trek tersebut. Bahkan, Marquez memenangi empat balapan terakhirnya di Aragon bersama Ducati.


Catatan tersebut membuat Ducati tetap menjadi ancaman, meski performanya sepanjang musim 2026 belum sepenuhnya konsisten.


Pembalap penguji Ducati, Michele Pirro, menilai karakter setiap sirkuit memberikan pengaruh besar terhadap peta kekuatan MotoGP. Menurutnya, performa Ducati dapat berubah dari satu lintasan ke lintasan lainnya.


“Setiap sirkuit akan memiliki ceritanya tersendiri. Akan ada sirkuit di mana kami mengalami kesulitan, seperti di Silverstone, dan ada pula yang tidak terlalu menyulitkan kami,” kata Pirro kepada GPOne.


Pirro bahkan membuka peluang Ducati kembali menjadi patokan di Aragon, terlebih dengan adanya Marquez yang memiliki catatan impresif di sirkuit tersebut.


“Kita telah melihat bahwa lintasan, kondisi, dan karakteristik sirkuit memberikan pengaruh yang lebih besar dibandingkan faktor lainnya. Jadi, saya memperkirakan mungkin kami akan kembali menjadi tolok ukur di Aragon. Marc Marquez bisa jadi merupakan tolok ukurnya,” ujarnya.


Bagi Aprilia, Aragon menjadi momentum untuk membuktikan bahwa performa impresif mereka musim ini bukan sekadar tren sesaat.


Dalam beberapa musim sebelumnya, Aprilia memiliki catatan kurang meyakinkan ketika memasuki paruh kedua kompetisi. Pada 2023 dan 2024, performa mereka cenderung menurun ketika musim memasuki fase akhir.
Namun, tren tersebut mulai berubah pada musim lalu. Aprilia mampu meraih kemenangan melalui Marco Bezzecchi dan Raul Fernandez.


Rivola berharap pencapaian tersebut menjadi titik awal bagi Aprilia untuk membangun konsistensi hingga penghujung musim.


“Secara statistik, dulu kami tampil buruk di paruh kedua musim, tetapi tahun lalu kami cukup kuat. Saya berharap catatan tahun lalu menjadi statistik yang lebih baik untuk masa depan. Kita lihat saja nanti,” tutur Rivola.


Selain performa motor, kondisi fisik pembalap juga menjadi perhatian Aprilia. Padatnya kalender MotoGP membuat kebugaran menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga konsistensi dalam persaingan panjang.


Rivola menyebut kondisi Jorge Martin saat ini cukup baik. Sementara itu, Bezzecchi masih memiliki waktu untuk memulihkan kebugarannya sebelum menghadapi balapan di Aragon.


Dengan persaingan yang semakin rapat, Aragon bukan sekadar perebutan podium. Balapan di MotorLand berpotensi menjadi penanda siapa yang benar-benar siap menjaga momentum dalam perburuan gelar juara dunia MotoGP 2026.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit