Lapak Rongsokan di Bambu Apus Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp300 Juta
PAMULANG – Lapak rongsokan di RT 01/04, Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan, terbakar pada Minggu (23/8) sore. Api menghanguskan hampir seluruh bangunan dan material yang berada di dalam lapak.
Kepala Bidang Pemadam dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangerang Selatan Omay Komarudin mengatakan, pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 16.15 WIB. Petugas kemudian langsung bergerak menuju lokasi dan tiba sekitar 15 menit kemudian.
“Laporan kami terima pukul 16.15 WIB. Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 16.30 WIB dan langsung melakukan penanganan untuk mencegah api semakin meluas,” ujar Omay.
Menurutnya, proses pemadaman melibatkan delapan unit kendaraan pemadam dengan 35 personel. Petugas berjibaku memadamkan api yang membakar area lapak rongsokan hingga akhirnya berhasil dikendalikan sekitar pukul 17.45 WIB.
Omay menyebut, berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi, luas bangunan yang terbakar mencapai sekitar 95 persen. Sementara penyebab kebakaran masih dalam praduga sementara akibat korsleting listrik.

Foto : Ist
“Untuk penyebab sementara diduga karena korsleting listrik. Namun, yang pasti petugas sudah melakukan penanganan dan memastikan kondisi di lokasi aman,” katanya.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Api juga tidak sampai merambat ke bangunan lain di sekitar lokasi.
Omay menuturkan, kerugian akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp300 juta. Besarnya kerugian salah satunya disebabkan material yang berada di dalam lapak ikut terbakar.
“Untuk kerugian sementara kami taksir sekitar Rp300 juta. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” tuturnya.
Dalam proses pemadaman, petugas menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait ketersediaan sumber air dan komunikasi menggunakan handy talkie (HT). Meski demikian, proses penanganan tetap dapat dilakukan hingga api berhasil dipadamkan.
Setelah proses pemadaman selesai, petugas melakukan pendinginan dan memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi menimbulkan kebakaran susulan. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali dan dalam penanganan petugas.
Omay mengimbau masyarakat, khususnya pemilik usaha atau bangunan yang memiliki banyak material mudah terbakar, untuk rutin memeriksa instalasi listrik. Pemeriksaan penting dilakukan guna mengantisipasi potensi korsleting yang dapat memicu kebakaran.
“Instalasi listrik perlu diperhatikan dan jangan menggunakan sambungan atau kabel yang kondisinya sudah tidak layak. Pencegahan jauh lebih penting karena api bisa dengan cepat membesar, terlebih di lokasi yang banyak terdapat material mudah terbakar,” pungkasnya.
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
TangselCity | 23 jam yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 11 jam yang lalu








