TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Gunung Anak Krakatau Erupsi 11 Kali, Warga Diminta Jauhi Kawah Aktif

Reporter & Editor : AY
Selasa, 25 Agustus 2026 | 08:16 WIB
Aktifitas Gunung Anak Krakatau. Foto : Ist
Aktifitas Gunung Anak Krakatau. Foto : Ist

LAMPUNG - Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda, Lampung Selatan, masih tinggi. Gunung api tersebut kembali mengalami empat kali erupsi pada Senin (24/8/2026) sore.


Dengan tambahan empat erupsi tersebut, Gunung Anak Krakatau tercatat telah mengalami 11 kali letusan sejak pagi hingga pukul 17.09 WIB.


Petugas Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau di Desa Hargo Pancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Andi Suwardi mengatakan aktivitas vulkanik masih terus dipantau.
"Sejak pagi aktivitas erupsi terjadi berulang. Sampai sore ini sudah tercatat 11 kali erupsi," kata Andi, Senin (24/8/2026).


Erupsi pada sore hari pertama kali terjadi pukul 15.24 WIB. Saat itu, kolom abu berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas sedang hingga tebal teramati membubung sekitar 400 meter di atas puncak atau mencapai 557 meter di atas permukaan laut (mdpl).


Kolom abu bergerak ke arah utara dan timur laut. Erupsi tersebut terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 67 milimeter dan berlangsung selama 26 detik.


Aktivitas kembali terjadi pukul 16.43 WIB dengan tinggi kolom abu sekitar 300 meter di atas puncak. Tiga menit kemudian, tepatnya pukul 16.46 WIB, Gunung Anak Krakatau kembali erupsi dengan tinggi kolom abu yang sama.
"Pada pukul 16.43 WIB dan 16.46 WIB kembali terjadi erupsi. Kolom abu sekitar 300 meter di atas puncak dan mengarah ke utara serta timur laut," ujar Andi.


Erupsi kembali terjadi pada pukul 17.09 WIB. Kolom abu kembali mencapai sekitar 400 meter di atas puncak. Abu berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal teramati bergerak ke arah utara dan timur laut.


Saat laporan dibuat, erupsi tersebut masih berlangsung.


"Erupsi pukul 17.09 WIB kolom abunya sekitar 400 meter di atas puncak. Erupsi masih berlangsung saat laporan dibuat," kata Andi.


Menyusul aktivitas erupsi yang terjadi berulang kali, petugas mengimbau masyarakat, wisatawan, pengunjung, maupun pendaki tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau.
Masyarakat juga diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.


"Kami mengimbau masyarakat dan wisatawan tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif," tegas Andi.


Andi mengingatkan masyarakat agar tidak memaksakan diri mendekati kawah hanya untuk menyaksikan erupsi. Pemantauan terhadap aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau terus dilakukan untuk mengantisipasi perkembangan kondisi gunung.


"Jangan memaksakan diri mendekati kawah untuk melihat erupsi. Kondisi gunung harus tetap diwaspadai dan masyarakat diminta mengikuti rekomendasi keselamatan," pungkasnya.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit