Pusat Informasi Geologi Didorong Menjadi Pusat Edukasi Jejak Tsunami 1883
PANDEGLANG - Keberadaan Pusat Informasi Geopark (PIG) pada Badan Pengelola Geopark Nasional Ujung Kulon (BP GNUK) diharapkan mampu mendorong pemahaman masyarakat terkait dengan kondisi geologi, potensi sumber daya alam, mitigasi bencana serta edukasi berbasis ilmiah kepada masyarakat. Geopark Nasional Ujung Kulon yang ditetapkan pada November 2023 berjalan pada tiga pilar utama, yakni konservasi, edukasi, dan pengembangan ekonomi lokal. Sehingga keberadaannya diharapkan mampu memberikan dampak yang luas tidak hanya terhadap penyelenggaraan pemerintahan, namun pada kesejahteraan masyarakat.
Bupati Pandeglang, Raden Dewi Setiani, saat meresmikan operasional PIG yang berlokasi di kawasan Bale Budaya, Senin (4/5/2026), mengatakan Kabupaten Pandeglang dianugerahi potensi alam yang sangat luar biasa. Potensi alam itu salah satunya terjadi akibat dari erupsi Gunung Krakatau pada 1883 yang banyak menyisakan keberagaman situs warisan geologi (geosite), keanekaragaman hayati (biodiversity), dan warisan budaya (culture site).
“Pusat Informasi Geologi ini dibangun untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang kondisi geologi di Kabupaten Pandeglang, termasuk potensi sumber daya alam, mitigasi bencana alam, dan edukasi ilmiah bagi pelajar dan umum,” ujar Bupati Dewi Setiani.
Ia menekankan pentingnya PIG sebagai pusat edukasi dan referensi yang dapat mendukung perencanaan pembangunan daerah yang lebih aman dan berkelanjutan. Melalui PIG ini diharapkan masyarakat aktif memanfaatkan fasilitas ini untuk menambah wawasan dan meningkatkan kesiapsiagaan terhadap risiko geologi seperti gempa bumi, longsor, dan tsunami, mengingat Pandeglang berada di wilayah yang rawan bencana.
“Setelah diluncurkan hari ini, PIG harus sudah beroperasi. Nanti pelajar, mahasiswa atau peneliti yang mau melakukan kajian terkait dengan Geopark Nasional Ujung Kulon bisa datang terlebih dahulu ke PIG untuk mendapatkan informasi yang utuh,” tukasnya.
Sementara itu, General Manager BP GNUK, Aep Saefudin mengatakan, PIG menjadi pusat informasi jejak tsunami Gunung Krakatau yang terjadi pada 1883 silam. Di mana dari peristiwa besar tersebut menghasilkan berbagai kejadian geologi serta dampak lainnya terhadap kehidupan flora dan fauna di sekitar letusan serta warisan budaya.
“PIG ini seperti museum mini dari jejak sejarah letusan Gunung Krakatau 1883. Masyarakat yang ingin mengetahui jejak letusan tsunami 1883 yang tersebar 14 geosite bisa mengunjungi PIG, baru setelah itu turun ke 14 geosite, 6 biodiversity, dan 2 culturesite,” paparnya.
Menurut Aep, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui tentang geologi. Maka dengan adanya PIG sebagai pusat informasi geologi bisa memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat Pandeglang. “Dengan di-launching PIG, kita akan memenuhi permintaan para pengunjung, terkait informasi geologi, dan pada intinya bahwa kita akan semaksimal mungkin memasyarakatkan PIG ini sebagai miniatur Kabupaten Pandeglang,” kata dia.
Memfasilitasi masyarakat yang akan berkunjung ke PIG, sementara ini pihaknya akan membuka layanan kunjungan dua hari dalam sepekan, yakni Rabu dan Sabtu. Namun hal itu kondisional, jika ada pihak yang akan melakukan kunjungan di luar Rabu dan Sabtu, bisa menghubungi pengelola PIG.
Sementara, salah satu pengunjung PIG, Siti Sipa, mahasiswi STISIP Banten Raya mengaku, baru mengetahui keberadaan PIG. Menurutnya, PIG sangat informatif dalam menyajikan data dan informasi terkait dengan jejak tsunami Gunung Krakatau 1833. Bahkan dalam PIG juga terdapat studio mini yang menampilkan video terkait Geopark Nasional Ujung Kulon. “Baru tahu ada Pusat Informasi Geologi, ini bisa dijadikan tempat untuk menambah pengetahuan terkait dengan potensi geologi, budaya serta flora dan fauna yang ada di Kabupaten Pandeglang,” kata dia.(*)
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 13 jam yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 6 jam yang lalu






