TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Rumah Nyaris Terbakar Akibat Bakar Sampah

Reporter: Rachman Deniansyah
Editor: Irma Permata Sari
Selasa, 01 September 2026 | 07:55 WIB
Gambar yang dibuat oleh AI
Gambar yang dibuat oleh AI

CIPUTAT-Rumah warga di Jalan Gelatik RT 006/001 Kelurahan Sawah, Kecamatan Ciputat nyaris terbakar akibat pembakaran sampah, Senin (31/8) sore. Sebanyak 15 personel diterjunkan untuk memadamkan si jago merah.

 

 Kobaran api sempat membesar dan nyaris merambat ke rumah warga yang berada tidak jauh dari lokasi. Beruntung, petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) bergerak cepat, sehingga api dapat dikendalikan sebelum menjalar ke bangunan di sekitarnya.

 

 Kepala Bidang Pemadam dan Penyelamatan Damkar Kota Tangsel, Omay Komarudin mengatakan, dari informasi awal, api berasal dari aktivitas membakar atau menabun sampah. Karena lokasinya berdekatan dengan rumah warga, petugas Damkar langsung fokus melakukan pemadaman agar api tidak merambat.

 

 Menurut Omay, material sampah yang mudah terbakar membuat kobaran api dengan cepat membesar. Kondisi tersebut cukup berisiko karena jarak titik api dengan bangunan warga relatif dekat.

 

 "Api sempat membesar dan kobarannya cukup mengkhawatirkan. Kalau terlambat ditangani, sangat mungkin merambat ke bangunan di sekitar lokasi. Karena itu, setelah tiba kami tidak hanya memadamkan titik api, tetapi juga melakukan penyekatan supaya api tidak meluas," jelasnya.

 

 Sebanyak empat unit kendaraan pemadam dari Pos Kasuari dan Pos Rajawali dikerahkan dalam penanganan tersebut. Total 15 personel turun ke lokasi untuk melakukan pemadaman hingga proses pendinginan.

 

 Omay mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Api juga berhasil dikendalikan sehingga tidak sampai membakar rumah warga yang berada di sekitar lokasi.

 

 "Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dan api berhasil kami kendalikan. Setelah api padam, kami lanjutkan dengan pendinginan dan pengecekan di sekitar lokasi untuk memastikan tidak ada bara atau titik panas yang berpotensi menyala kembali," katanya.

 

 Dalam proses penanganan, petugas juga menghadapi kendala berupa kemacetan. Meski demikian, kondisi tersebut tidak sampai menghambat upaya pemadaman secara keseluruhan.

 

 "Untuk hambatan di lapangan tadi lebih kepada kondisi lalu lintas yang macet. Namun personel tetap berupaya bergerak cepat. Setelah sampai, kami langsung melakukan penanganan sehingga api tidak sempat menjalar ke rumah warga," ungkap Omay.

 

 Ia mengingatkan masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan, terutama di tengah kondisi musim kemarau. Pembakaran sampah yang tidak diawasi dapat dengan mudah berubah menjadi kebakaran ketika api tertiup angin atau menyambar material kering di sekitarnya.

 

 "Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan, khususnya di musim kemarau. Api yang awalnya kecil bisa cepat membesar dan merambat ke rumah atau bangunan lain. Jangan sampai niatnya hanya membakar sampah, tetapi akhirnya justru menimbulkan kebakaran," tegasnya.

 

 Omay juga meminta warga yang terpaksa melakukan aktivitas pembakaran untuk memastikan kondisi di sekitar benar-benar aman dan api telah padam sepenuhnya. Namun, langkah paling aman tetap dengan menghindari pembakaran sampah secara terbuka.

 

 "Kalau ada sampah, sebaiknya jangan dibakar. Lebih baik dikelola atau dibuang melalui mekanisme yang tersedia. Kami tidak ingin kejadian seperti ini terulang dan kemudian menimbulkan kerugian yang lebih besar," pungkasnya.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit