TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Dorong Produk UMKM Naik Kelas, Pemkot Serang Bantu Skema Rantai Pasok di Industri Perhotelan dan Perusahaan Besar

Oleh: Ari Supriadi
Editor: Ari Supriadi selected
Selasa, 01 September 2026 | 20:24 WIB
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DinkopUKMperindag) Kota Serang, Wahyu Nurjamil.(Ari Supriadi-tangselpos.id)
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DinkopUKMperindag) Kota Serang, Wahyu Nurjamil.(Ari Supriadi-tangselpos.id)

SERANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Serang tengah menyiapkan pemetaan pelaku Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) dan Industri Kecil Menengah (IKM) berdasarkan jenis produk untuk masuk dalam rantai pasok sejumlah sektor usaha. Skema ini disiapkan agar produk usaha mikro tidak hanya bergantung pada penjualan langsung kepada konsumen, namun bisa masuk melalui merchant atau kolaborasi jenis usaha lainnya seperti perhotelan.

 

“Kami sedang menyusun sebuah mekanisme berkaitan dengan rantai pasok. Artinya para pengusaha UMKM dan IKM yang ada di Kota Serang, yang berkegiatan mikro, akan kita salurkan sebagai supply kepada perusahaan-perusahaan besar,” ungkap Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DinkopUKMperindag) Kota Serang, Wahyu Nurjamil, Selasa (1/9/2026).

 

Dikatakannya, calon pengguna produk UMKM dan IKM tidak hanya berasal dari perusahaan besar. Skema tersebut juga diarahkan ke sektor perhotelan, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). “Banyak. Nanti kita ke perhotelan, terus juga ke perusahaan besar, termasuk juga kepada SPPG dan Koperasi Merah Putih,” katanya.

 

Menurutnya, pemetaan produk ini menjadi bagian awal dari mekanisme tersebut. DinkopUKMPerindag akan melihat jenis produk yang dimiliki setiap pelaku usaha, kemudian menyesuaikannya dengan kebutuhan sektor yang akan menjadi pengguna. “Ini kita petakan semuanya para pengusaha UMKM dan IKM, produknya apa saja. Nanti itu yang kita salurkan kepada beberapa komponen kegiatan ekonomi yang ada di Kota Serang,” ucapnya.

 

Wahyu menyebut, Kota Serang memiliki sejumlah produk khas yang dapat dikembangkan sebagai produk unggulan daerah, seperti Sate Bandeng, Rabeg dan Kue Satu.  Selain memasok produk, Pemkot Serang juga menyiapkan pola kerja sama UMKM dengan sektor perhotelan. Salah satu gagasan yang sedang dikaji yakni memasukkan produk UMKM sebagai bagian dari layanan yang diterima tamu hotel.

 

Ia mencontohkan, harga kamar hotel dapat sekaligus mencakup merchandise produk UMKM. “Seperti perhotelan. Kalau dengan harga menginap misalkan semalam Rp300.000, di dalamnya sudah termasuk merchandise dari pelaku UMKM atau harga itu sudah include,” ujarnya.

 

Kerja sama tersebut juga diarahkan untuk memberikan ruang lebih besar bagi produk lokal masuk ke sektor perhotelan. Pemerintah daerah dapat memberikan insentif kepada pihak hotel yang menjalin kerja sama dengan pelaku UMKM. “Nanti itu sebagai dorongan kepada UMKM untuk bekerja sama dengan perhotelan dan nanti perhotelannya bisa kita berikan insentif berupa pengurangan pajak, bisa pajak restoran maupun pajak hotelnya,” kata Wahyu.

 

Pengembangan rantai pasok UMKM juga akan melibatkan sektor perbankan, terutama dalam pembiayaan usaha. Selain pembiayaan, perguruan tinggi di Kota Serang akan dilibatkan untuk membantu pengujian kandungan gizi produk UMKM. Wahyu mengatakan setiap produk perlu diketahui kandungan gizinya, seperti kadar karbohidrat dan protein. “Termasuk juga dalam hal pembiayaan, kita akan melibatkan perbankan. Terus juga termasuk dari universitas. Karena setiap UMKM itu kan harus dilihat nilai gizi produknya berapa,” ujarnya.

 

Selama ini, pengujian kandungan gizi produk UMKM di antaranya dilakukan dengan mengirim sampel produk ke Institut Pertanian Bogor (IPB). DinkopUKMPerindag berharap pengujian serupa dapat dilakukan perguruan tinggi yang berada di Kota Serang. “Kalau sekarang biasanya kita mengirimkan produknya ke IPB untuk dikaji berapa nilai karbohidratnya, berapa proteinnya. Nanti itu mudah-mudahan bisa diinisiasi oleh universitas yang ada di Kota Serang,” pungkasnya.

 

Sementara, Wali Kota Serang, Budi Rustandi mengatakan, dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan UMKM dan IKM sangat besar. Melalui DinkopUKMperindag, para pelaku UMKM diberikan pendampingan mulai dari proses produksi, pengemasan, pemasaran dan juga akses bantuan permodalan melalui perbankan.

 

“Untuk packaging (pengemasan, red) juga dibantu agar tampilan produk UMKM ini lebih menarik. Kemudian akses bantuan permodalan bagi pelaku UMKM ini diberikan kemudahan, termasuk suku bunga yang ringan. Intinya kami ingin produk UMKM Kota Serang ini bisa masuk pasar yang lebih luas,” terangnya.(*)

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit