TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Pantau Gunung Anak Krakatau, Gubernur Banten Andra Soni: Prioritas Utama Keselamatan Masyarakat

Reporter & Editor : AY
Minggu, 06 September 2026 | 18:18 WIB
Gubernur Andra Soni memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau dari Pos Pengamatan Gunung Api Anak Krakatau (PGA GAK), Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Minggu (6/9/2026). Foto : Humas Pemprov
Gubernur Andra Soni memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau dari Pos Pengamatan Gunung Api Anak Krakatau (PGA GAK), Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Minggu (6/9/2026). Foto : Humas Pemprov

SERANG - Gubernur Banten Andra Soni turun langsung memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau sekaligus memastikan kesiapsiagaan pemerintah menghadapi potensi dampaknya. Pemantauan dilakukan dari Pos Pengamatan Gunung Api Anak Krakatau (PGA GAK), Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Minggu (6/9/2026). Dalam rakor bersama jajaran Pemprov Banten, pemerintah kabupaten/kota, dan Kepala PVMBG Kementerian ESDM Rita Susilawati, Andra memastikan pemantauan serta langkah mitigasi berjalan terpadu. “Berdasarkan pemantauan PVMBG, aktivitas Gunung Anak Krakatau saat ini menunjukkan penurunan,” ujarnya.


Andra meminta masyarakat tetap tenang, namun meningkatkan kewaspadaan dan mengandalkan informasi dari lembaga resmi. Pemerintah daerah juga diminta memastikan kesiapan mitigasi hingga tingkat desa, termasuk jalur evakuasi dan lokasi pengungsian. Untuk mengantisipasi dampak abu vulkanik, Pemprov Banten menyiapkan perlindungan bagi masyarakat, termasuk mendistribusikan 5.000 box masker melalui Dinas Kesehatan ke wilayah prioritas. “Keselamatan masyarakat adalah hal yang paling utama. Itu yang harus kita kerjakan,” tegas Andra.


Kepala PVMBG Rita Susilawati menjelaskan, hasil pemantauan menunjukkan aktivitas Gunung Anak Krakatau mengalami penurunan. Meski demikian, potensi erupsi masih ada sehingga pemantauan dilakukan selama 24 jam. Sebaran abu vulkanik sangat bergantung pada arah angin dan pada 6 September terpantau bergerak ke arah barat, menuju Selat Sunda dan Samudra Indonesia. PVMBG terus memantau arah angin dan sebaran abu melalui sejumlah stasiun pengamatan bersama BMKG serta memanfaatkan data dari stasiun pengamatan di Australia, terutama untuk mengantisipasi dampaknya terhadap aktivitas penerbangan.


Rita menegaskan masyarakat, nelayan, dan wisatawan diminta tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas. Menurutnya, aktivitas gunung api tidak selalu terlihat secara kasat mata dan waktu terjadinya maupun berakhirnya erupsi tidak dapat dipastikan. Karena itu, pemantauan dan kewaspadaan harus terus dilakukan. Pemprov Banten bersama pemerintah kabupaten/kota dan PVMBG akan terus memperkuat koordinasi serta langkah mitigasi untuk memastikan keselamatan masyarakat.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit