Pemkab Tangerang Gelontorkan Rp2,65 Miliar untuk Yatim dan Perempuan Kepala Keluarga
TANGERANG — Pemerintah Kabupaten Tangerang menggelontorkan bantuan sosial senilai Rp2,65 miliar bagi masyarakat yang membutuhkan. Bantuan tersebut terdiri atas Bantuan Sosial Tunai (BST) untuk anak yatim dan kelompok masyarakat lainnya serta bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) bagi perempuan kepala keluarga.
Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid di Aula Kantor Kecamatan Curug, Rabu (9/9/2026).
Maesyal mengatakan, total anggaran yang disalurkan dalam program tersebut mencapai Rp2,65 miliar. Rinciannya, Rp500 juta untuk BST dan Rp2,15 miliar untuk bantuan UEP.
“Bantuan yang disalurkan dalam program ini mencapai Rp2,65 miliar, terdiri dari Rp500 juta untuk BST dan Rp2,15 miliar untuk bantuan UEP,” ujar Maesyal.
Ia menjelaskan, BST diberikan kepada 500 penerima manfaat di Kabupaten Tangerang. Mereka terdiri atas anak yatim, penyandang disabilitas, dan kelompok masyarakat lainnya. Masing-masing penerima mendapatkan bantuan sebesar Rp1 juta.
“Alhamdulillah, hari ini kami bersama Dinas Sosial dan perangkat Kecamatan Curug menyalurkan bantuan sosial tunai. Masing-masing penerima mendapatkan Rp1 juta dan totalnya untuk 500 orang se-Kabupaten Tangerang,” katanya.
Selain BST, Pemkab Tangerang menyalurkan bantuan UEP kepada 430 penerima manfaat. Masing-masing penerima memperoleh Rp5 juta sehingga total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp2,15 miliar.
Menurut Maesyal, bantuan tersebut ditujukan sebagai tambahan modal bagi masyarakat yang menjalankan usaha kecil, seperti berjualan nasi uduk, gorengan, makanan, minuman, serta berbagai usaha produktif lainnya.
“Untuk bantuan Usaha Ekonomi Produktif, kita berikan Rp5 juta kepada 430 penerima, sehingga totalnya Rp2,15 miliar. Ini untuk tambahan permodalan agar usahanya bisa berkembang dan pendapatannya meningkat,” jelasnya.
Maesyal menambahkan, Pemkab Tangerang juga akan menyalurkan bantuan sosial bagi kelompok lanjut usia. Sebanyak 1.200 lansia akan menerima bantuan masing-masing Rp1 juta, dengan total anggaran mencapai Rp1,2 miliar.
Ia menegaskan, program bantuan sosial tidak hanya bertujuan meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga mendorong penerima manfaat agar semakin mandiri secara ekonomi.
“Pemerintah daerah akan terus memberikan perhatian kepada masyarakat yang membutuhkan, baik untuk meringankan beban kehidupan sehari-hari maupun bantuan permodalan supaya usaha bisa maju, pendapatan meningkat, dan pada akhirnya dapat membuka lapangan pekerjaan,” ujarnya.
Maesyal menjelaskan, penerima bantuan ditetapkan berdasarkan kriteria kesejahteraan masyarakat yang berada pada desil 1 hingga desil 5. Khusus bantuan produktif, pemerintah berharap peningkatan pendapatan penerima dapat membantu mereka keluar secara bertahap dari kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.
“Salah satunya adalah untuk mengentaskan kemiskinan. Kita berharap masyarakat yang tadinya berada pada desil rendah, pendapatannya bisa meningkat, sehingga bisa naik menjadi desil 6, 7, 8, 9 bahkan sampai desil 10,” ungkapnya.
Ia menegaskan, Pemkab Tangerang akan terus mengalokasikan program bantuan sosial sesuai dengan kemampuan keuangan daerah. Evaluasi juga akan dilakukan agar program tersebut semakin tepat sasaran dan manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
“Insyaallah, Pemerintah Kabupaten Tangerang akan terus berusaha memberikan perhatian setiap tahun. Mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat dan bisa meringankan beban masyarakat,” pungkasnya.
Nasional | 3 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Pendidikan | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu





