Fabregas Minta Como Tak Terbuai Usai Hajar Leipzig 4-1
ITALIA — Como 1907 membuka kiprahnya di Liga Champions dengan cara spektakuler. Tampil di hadapan pendukung sendiri di Stadio Giuseppe Sinigaglia, Como menghancurkan RB Leipzig 4-1 pada laga Matchday 1, Kamis (10/9/2026) malam waktu setempat.
Martin Baturina, Tasos Douvikas, Assane Diao, dan Maxi Perrone menjadi pencetak gol kemenangan Como. Hasil tersebut sekaligus membuat Como menjadi satu-satunya wakil Italia yang mampu meraih kemenangan pada pertandingan pertama fase liga Liga Champions musim ini.
Namun, pelatih Como Cesc Fabregas justru meminta para pemainnya tidak terlalu lama menikmati kemenangan tersebut. Menurutnya, tantangan berikutnya sudah menanti karena Como harus kembali bertanding di Serie A.
"Rasa bahagia ini mungkin hanya bertahan lima menit. Setelah itu kami harus memikirkan pertandingan melawan Parma pada Senin. Kami harus memiliki energi yang sama seperti malam ini," kata Fabregas kepada Sky Sport Italia.
Fabregas mengakui kemenangan atas Leipzig memiliki arti besar bagi klub dan masyarakat Como. Meski demikian, ia menilai perjalanan di kompetisi domestik tetap menjadi prioritas utama.
"Ini merupakan penghargaan atas kerja keras luar biasa yang kami lakukan musim lalu. Tetapi Serie A tetap menjadi target terpenting. Kompetisi itulah yang membawa kami kembali ke Liga Champions," ujarnya.
Pelatih asal Spanyol itu juga mengingatkan skuadnya agar tidak kehilangan fokus. Dengan mayoritas pemain yang masih berusia muda, Como dinilai harus mampu menjaga konsistensi ketika jadwal pertandingan semakin padat.
"Kami adalah tim muda dan energi Liga Champions memberikan dorongan besar. Tetapi saya akan sangat marah jika setelah kemenangan ini kami tidak memberikan segalanya di Serie A. Kami harus tetap rendah hati dan siap bermain maksimal setiap tiga hari. Musim ini akan sangat berat," tegas mantan pemain Arsenal dan Chelsea tersebut.
Teriak dari Pinggir Lapangan untuk Baturina
Salah satu momen menarik dalam pertandingan terjadi ketika Fabregas beberapa kali meneriaki Martin Baturina dari tepi lapangan. Padahal, gelandang tersebut tampil gemilang dengan menyumbangkan satu gol dan satu assist.
Fabregas mengatakan reaksinya bukan bentuk ketidakpuasan terhadap sang pemain. Sebaliknya, ia sengaja memberikan dorongan agar Baturina terus berani memanfaatkan kemampuan individunya.
"Saya sangat percaya kepada Martin. Saya memberinya kebebasan untuk mencari ruang dan menggunakan bakatnya. Ketika saya berteriak kepada pemain dari pinggir lapangan, itu karena saya tahu mereka memiliki kemampuan dan terkadang hanya membutuhkan tambahan energi," jelasnya.
Kemenangan atas Leipzig juga memperpanjang tren positif Como menjadi tiga kemenangan berturut-turut setelah sebelumnya menundukkan Napoli dan Genoa.
Dalam dua pertandingan terakhir, Fabregas menunjukkan fleksibilitas taktik dengan mengubah pola permainan menjadi lima bek ketika laga memasuki fase tertentu. Strategi tersebut kembali diterapkan saat menghadapi Leipzig untuk mengamankan keunggulan.
"Menjadi tim dominan bukan berarti terus menyerang tanpa memikirkan situasi. Setelah kami unggul 3-0, Leipzig mengubah sistem dan mulai menyerang melalui sisi sayap dengan permainan yang lebih fisik," tutur Fabregas.
"Ketika kondisi mulai lelah, saya memilih mengontrol pertandingan. Di level Liga Champions, jika mereka mencetak gol dan skor menjadi 3-1, pertandingan masih terbuka," sambungnya.
Como Masih Beradaptasi dengan Pemain Baru
Di balik penampilan impresif tersebut, Fabregas mengakui Como masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah. Salah satunya adalah proses menyatukan para pemain anyar yang didatangkan pada bursa transfer musim panas.
Striker Moise Kean dan pemain muda Kaiki termasuk di antara wajah baru yang masih membutuhkan waktu untuk memahami pola permainan Como.
"Kami masih dalam proses membangun tim. Ada banyak pemain baru yang baru bergabung, seperti Kaiki dan Moise Kean. Mereka masih berusaha memahami beberapa pergerakan yang kami inginkan," kata Fabregas.
Menurutnya, Como memiliki sekitar sembilan pemain baru sehingga proses membentuk chemistry tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat.
"Kami membutuhkan waktu agar semuanya bisa mencapai performa terbaik. Tetapi saya senang dengan perkembangan tim sejauh ini," pungkasnya.
Olahraga | 1 hari yang lalu
TangselCity | 8 jam yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu






