TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Prabowo di KTT BRICS: Indonesia Tak Mau Didikte Kekuatan Tertentu

Reporter: Farhan
Editor: AY
Minggu, 13 September 2026 | 11:41 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri sesi terbatas bertema “Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism” dalam KTT BRICS 2026 di Bharat Mandapam, New Delhi, Republik India, Sabtu, 12 September 2026. Foto: BPMI Setpres
Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri sesi terbatas bertema “Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism” dalam KTT BRICS 2026 di Bharat Mandapam, New Delhi, Republik India, Sabtu, 12 September 2026. Foto: BPMI Setpres

NEW DELHI — Presiden Prabowo Subianto menegaskan sikap Indonesia yang tidak ingin berada di bawah tekanan maupun ketergantungan terhadap kekuatan tertentu. Menurutnya, kemandirian dan ketahanan nasional menjadi fondasi penting bagi setiap negara untuk berdiri kokoh di tengah dinamika global.


Hal tersebut disampaikan Prabowo saat berpidato dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS ke-18 di Bharat Mandapam, New Delhi, India, Sabtu (12/9/2026).


Prabowo mengatakan, kekuatan sebuah negara tidak semata-mata ditentukan oleh aspek pertahanan atau ekonomi. Ketangguhan juga berawal dari kemampuan negara memenuhi kebutuhan dasar rakyat, seperti pangan, energi, pendidikan, hingga membuka ruang bagi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan.


“Kami tidak suka didikte oleh satu atau dua kekuatan tertentu. Kita harus tangguh dan kemudian kita akan benar-benar mandiri. Kami telah memperkuat fondasi kami untuk menjaga perdamaian dan membangun kepercayaan,” ujar Prabowo.


Presiden menilai, penguatan fondasi nasional akan membuat setiap negara memiliki kemampuan lebih besar dalam memenuhi kebutuhan rakyat sekaligus berkontribusi terhadap terciptanya perdamaian dan kepercayaan di tingkat global.


Dalam konteks BRICS, Prabowo meyakini kerja sama antarnegara anggota dapat semakin memperkuat ketahanan masing-masing negara.

 Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk menghadapi berbagai tantangan global yang berdampak langsung terhadap stabilitas dan kesejahteraan masyarakat.


Salah satu sektor strategis yang menjadi perhatian adalah energi. Menurut Prabowo, penguatan konektivitas sistem energi antarnegara dapat menjadi langkah penting untuk meningkatkan keamanan dan ketahanan energi kawasan.


“Energi adalah salah satu contoh yang jelas. Kita menghubungkan sistem energi kita dan memperkuat keamanan energi di seluruh wilayah untuk mendorong perekonomian kita, dan membangun ketahanan yang berkelanjutan,” papar Prabowo.
 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit