Anak Buah Prabowo Ngamuk Gara-gara Kualitas Paving Block Pokir Jelek
PANDEGLANG - Anak buah Presiden Prabowo yang menjabat Ketua Fraksi Gerindra DPRD Pandeglang, Jojon Suhendar Andari, dibuat ngamuk (marah besar) gara-gara melihat paving block jalan lingkungan melalui program Pokok-pokok Pikiran (Pokir) Tahun Anggaran (TA) 2026, kualitasnya jelek atau tidak standar.
Untuk diketahui, program Pokir merupakan mekanisme di mana aspirasi masyarakat dititipkan melalui anggota dewan untuk direalisasikan oleh pemerintah daerah dalam bentuk program pembangunan, seperti jalan pemukiman menggunakan paving block.
Namun sayang kualitas pengerjaan di lapangan pada Dapil Jojon Suhendar Andari tidak sesuai standar. Material paving block sangat rapuh, dan bahkan saat diinjak pakai kaki juga menjadi bubuk.
Kekecewaan ini Jojon sampaikan melalui video singkat kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Pandeglang, karena Jojon selaku Anggota Dewan dan selaku Ketua Fraksi Gerindra akan disudutkan atas kualitas paving block yang buruk.
Buruknya kualitas paving block membuat Jojon geram karena proyek pembangunan jalan lingkungan itu merupakan aspirasi masyarakat dari daerah pemilihannya. Selanjutnya aspirasi itu diperjuangkan melalui program Pokir 2026.
Anggota DPRD Kabupaten Pandeglang, Jojon Suhendar Andari mengaku, kecewa dengan kualitas paving block jalan lingkungan hasil dari program Pokir.
“Seharusnya menggunakan kualitas bagus, tapi paving block digunakan ini berkualitas rendah. Diinjak saja langsung menjadi bubuk,” ungkap Ketua Fraksi Gerindra ini, Selasa (15/9).
Jojon mengaku, paving block dengan kualitas rendah tentunya membuat dirinya kecewa berat. Bahkan tegas dia, melihat kondisi tersebut masyarakat juga pastinya sangat kecewa.
“Melihat hasil pengerjaan dengan kualitas rendah ini mencederai amanah yang dititipkan melalui anggota legislatif. Untuk itu saya minta paving block jangan dipasang sebelum ganti dengan kualitas baik sesuai spesifikasi,” tegasnya.
Dengan melihat kualitas materia buruk ini, Jojon meminta kepada semua elemen masyarakat turut serta melakukan pengawasan yang ketat.
“Agar anggaran daerah tidak terbuang sia-sia untuk infrastruktur yang cepat rusak. Tapi anggaran bermanfaat untuk kualitas infrastruktur yang baik,” katanya.
Terpisah, Kepala DPUPR Kabupaten Pandeglang, Roni mengatakan, kalau kaitan kualitas paving block dalam pelaksanaan Pokir itu ada konsultan pengawas.
“Untuk material paving block kita minta untuk diganti dengan yang berkualitas sesuai spesifikasi. Informasi kita terima material paving block sudah diangkut kembali, tidak dipasang untuk jalan,” kilahnya.
Kabid Bina Marga pada DPUPR Kabupaten Pandeglang, Andrian Wisduwan mengatakan, PPK sudah perintahkan melakukan pergantian material.
“Baik langsung kepada pelaksana maupun kepada konsultan pengawas agar mengganti. Dan sudah dilakukan penggantian material di lapangan,” katanya.(pal)
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Pendidikan | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Nasional | 18 jam yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu






