TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Bagnaia Curhat: Ducati Tak Izinkan Ubah Setup, Performa Makin Terpuruk

Reporter & Editor : AY
Jumat, 18 September 2026 | 06:33 WIB
Pembalap tim Ducati Francesco Bagnaia. Foto : Ist
Pembalap tim Ducati Francesco Bagnaia. Foto : Ist

ITALIA — Francesco Bagnaia tengah menghadapi periode sulit di MotoGP 2026. Pembalap Ducati Lenovo itu mengaku tidak leluasa mengubah setelan motor Desmosedici GP26, meski berbagai konfigurasi yang dicoba belum mampu mengatasi persoalan performanya.


Kekecewaan Bagnaia terungkap dalam percakapannya dengan pembalap VR46, Fabio Di Giannantonio. Percakapan tersebut terekam dan disiarkan DAZN.


Di Giannantonio yang juga mengendarai Ducati GP26 menyarankan Bagnaia mencoba setup yang lebih standar seperti yang digunakannya. Namun, Bagnaia mengaku tidak mendapat izin dari Ducati.


“Mereka tidak mengizinkan saya melakukannya,” ujar Bagnaia seperti dikutip Crash.


Bagnaia mengatakan dirinya sudah mencoba berbagai konfigurasi yang diberikan tim, termasuk pilihan ban depan soft maupun medium. Namun, perubahan tersebut dinilai tidak memberikan dampak berarti terhadap feeling saat mengendarai motor.


“Saya sudah mencoba semuanya. Rasanya sama saja, seperti saya menarik tuas kopling begitu mulai mengerem,” katanya.


Masalah utama Bagnaia saat ini berkaitan dengan pengereman ketika memasuki tikungan dan kemampuan menikung. Padahal, dua aspek tersebut sebelumnya menjadi salah satu kekuatan utama pembalap asal Italia itu.


“Ini adalah nihil poin ketiga saya secara beruntun. Kami bekerja sangat keras dan tim saya melakukan segalanya agar saya nyaman, tapi sayangnya saya tidak bisa mengatasinya dan saya tidak mengerti kenapa,” ucapnya.


“Ada hal-hal yang sudah tidak bisa lagi saya lakukan, terutama pengereman saat masuk tikungan dan menikung,” sambung Bagnaia.


Performa Bagnaia musim ini memang berbanding terbalik dengan rekan setimnya, Marc Marquez. Kemenangan terakhir Bagnaia dalam balapan utama terjadi pada MotoGP Jepang di Sirkuit Motegi.


Setelah itu, hasil yang diraih juara dunia MotoGP dua kali tersebut menurun. Bagnaia bahkan tercatat tujuh kali gagal finis hingga MotoGP San Marino, termasuk kecelakaan dalam balapan utama di Misano.


Padahal, Bagnaia sempat menunjukkan tanda-tanda kebangkitan ketika kembali menggunakan setup yang dipakainya pada awal musim di Aragon. Dengan konfigurasi tersebut, ia kembali mampu bersaing di papan depan dan memperebutkan podium.


Kini, Bagnaia berharap situasi berubah pada seri berikutnya di Austria. Sirkuit tersebut selama ini memiliki karakter yang cukup bersahabat dengan Ducati dan dinilai sesuai dengan gaya balapnya.


“Ini sirkuit yang bagus untuk Ducati dan salah satu yang terbaik untuk saya. Saya yakin ketika nyaman di atas motor, saya berhasil memenangkan balapan dengan selisih signifikan,” ujar Bagnaia.


“Tapi sekarang semuanya akan tergantung bagaimana perasaan saya saat kami tiba di sana,” tambahnya.


Di tengah persoalan tersebut, Ducati menegaskan masih memberikan kepercayaan kepada Bagnaia. Bos Ducati, David Tardozzi, sebelumnya menyatakan hubungan tim dengan sang pembalap tetap berjalan baik dan pihaknya terus mencari solusi atas masalah yang dialami Bagnaia.


Meski demikian, pernyataan Bagnaia mengenai keterbatasan dalam memilih setup kembali menyoroti dinamika di garasi Ducati. Hingga kini, belum ada penjelasan lebih lanjut mengenai konfigurasi yang ingin digunakan Bagnaia maupun alasan Ducati tidak mengizinkannya.
 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit