Ferrari Belum Menyerah, Tapi Mercedes Terlalu Jauh di F1 2026
SPANYOL — Ferrari masih berusaha menjaga asa di Formula 1 2026, meski persaingan menuju gelar juara semakin sulit. Ketertinggalan dari Mercedes di klasemen konstruktor membuat Scuderia harus menghadapi tantangan besar pada sisa musim.
Usai Grand Prix Spanyol, Ferrari tertinggal 145 poin dari Mercedes. Di klasemen pembalap, Lewis Hamilton juga terpaut 101 poin dari Andrea Kimi Antonelli. Dengan sembilan seri balapan masih tersisa, peluang mengejar ketertinggalan tersebut tentu semakin berat.
Kendati demikian, Ferrari belum memilih untuk menyerah. Tim yang bermarkas di Maranello itu tetap berencana menghadirkan sejumlah pengembangan untuk SF-26 hingga penghujung musim.
Menariknya, pengembangan tersebut tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan performa mobil tahun ini. Ferrari juga mulai mengarahkan sebagian besar pekerjaannya untuk menghadapi regulasi dan proyek mobil 2027.
Bos Ferrari, Fred Vasseur, memastikan timnya tetap bekerja pada SF-26.
“Kami akan terus bekerja, tetapi mungkin pada hal-hal atau aspek yang berbeda. Sebanyak 80 persen dari pengembangan yang kami lakukan sekarang akan tetap dilanjutkan,” ujar Vasseur, seperti dikutip Crash.
Strategi tersebut membuat Ferrari tidak perlu memilih secara ekstrem antara mengejar musim 2026 atau meninggalkan proyek tahun ini demi fokus ke 2027. Pengembangan yang dilakukan sekarang diharapkan tetap memberikan manfaat untuk mobil generasi berikutnya.
Vasseur pun belum bersedia menyatakan bahwa peluang Ferrari di musim ini telah berakhir.
“Dua atau tiga minggu lalu saya mengatakan kepada Anda bahwa saya akan menjalani balapan demi balapan. Pendirian saya tidak berubah,” katanya.
Persoalan utama Ferrari saat ini justru terlihat pada sesi kualifikasi. Vasseur menilai SF-26 memiliki kecepatan yang cukup baik ketika balapan berlangsung, tetapi performa tersebut belum sepenuhnya bisa dimaksimalkan saat perebutan posisi start.
“Jika melihat kecepatannya, saat balapan sebenarnya sudah ada. Tentu saja kami harus melakukan pekerjaan yang lebih baik di kualifikasi,” tutur Vasseur.
Ferrari juga tengah mencari cara agar SF-26 mampu meningkatkan kecepatannya secara konsisten sepanjang sesi kualifikasi. Masalah tersebut menjadi salah satu pekerjaan penting karena posisi start sangat menentukan peluang meraih hasil maksimal saat balapan.
Dengan sembilan balapan tersisa, Ferrari kini menjalankan dua misi sekaligus. Mereka masih berupaya meraih hasil terbaik pada musim 2026, sembari memastikan setiap pengembangan yang dilakukan bisa menjadi fondasi untuk proyek 2027.
Jarak dengan Mercedes memang membuat perebutan gelar semakin berat. Namun bagi Ferrari, sisa musim tetap menjadi kesempatan untuk menguji pembaruan, memperbaiki kelemahan SF-26, dan mengumpulkan modal penting sebelum menghadapi tantangan baru pada tahun depan.
Pertajam lead dengan konteks klasemen
Ringkas pengulangan soal pengembangan
Pos Banten | 2 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
Ekonomi Bisnis | 1 hari yang lalu
Pos Tangerang | 1 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu





