TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum dan Kriminal

Advertorial

Indeks

Dewan Pers SinPo
Capres Terkuat 2024

Ganjar Tembus 30%, Anies Mulai Nanjak

Laporan: AY
Rabu, 30 November 2022 | 11:40 WIB
(Foto : Istimewa)
(Foto : Istimewa)

JAKARTA - Ganjar Pranowo semakin “perkasa” di bursa capres 2024. Kini, elektabilitas Gubernur Jawa Tengah itu, sudah tembus 30 persen. Di saat yang sama, Anies Baswedan terus menanjak. Elektabilitas mantan Gubernur DKI Jakarta yang dicapreskan oleh NasDem ini sudah melewati Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Posisi ini tergambar dalam hasil survei Charta Politika, yang dirilis kemarin. Survei ini diselenggarakan pada 4-12 November 2022, dengan mewawancarai 1.220 responden. Metode survei adalah multistage random sampling dengan margin of error plus minus 2,83 persen.

Dalam survei ini, responden ditanya, apabila Pilpres diadakan hari ini, siapa yang akan dipilih? Hasilnya, Ganjar berada di urutan pertama dengan 32,6 persen. Di posisi kedua ada Anies Baswedan dengan 23,1 persen. Sedangkan Prabowo harus puas di posisi ketiga dengan 22 persen.

"Ganjar Pranowo masih ada di peringkat pertama dengan angka 32,6 persen," ujar Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya, saat memaparkan hasil rilis secara virtual, kemarin. Elektabilitas Ganjar ini naik tipis dibanding hasil survei September 2022, yang saat itu sebesar 31,3 persen.

Yunarto melanjutkan, dalam survei ini, untuk pertama kalinya posisi Prabowo digeser Anies. Sebelumnya, Prabowo konsisten di urutan kedua, dan Anies di peringkat ketiga.

Tren elektabilitas Anies menanjak. Sementara Prabowo justru menurut. Hal ini terlihat dari hasil survei di September lalu. Saat itu, elektabilitas Prabowo berada di urutan kedua dengan 24,4 persen. Sementara Anies di posisi ketiga dengan 20,6 persen.

Meski masih dalam margin of error, terlihat tren elektabilitas Anies justru meningkat. Sementara Prabowo mengalami penurunan," kara Yunarto, saat memaparkan hasil rilis secara virtual, kemarin.

Di papan tengah, nama-nama capres belum mengalami banyak perubahan. Di posisi keempat ada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dengan elektabilitas 5,6 persen. Kemudian Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY ada di posisi lima dengan 3,5 persen.

Di papan bawah ada sejumlah nama dengan elektabilitas berurutan adalah Menparekraf Sandiaga Uno (2,0 persen), Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (1,6 persen), Ketua DPR Puan Maharani (1,6 persen), Ketum Golkar Airlangga Hartarto (1,5 persen), dan Menteri BUMN Erick Thohir (1,4 persen).

Yunarto menjelaskan, jika membaca tren yang ada, persaingan para capres ke depan tidak lagi fokus pada Ganjar, Anies, dan Prabowo. Namun semakin mengerucut pada dua nama, yaitu Ganjar dan Anies.

Menurut Yunarto, Prabowo sebenarnya masih banyak dipilih responden. Namun, dari data hasil survei menunjukkan, dominasi Prabowo di sejumlah daerah sudah berganti Anies dan Ganjar. Daerah-daerah yang awalnya dikuasai Prabowo kini sudah didominasi Ganjar dan Anies.

"Kecenderungan yang tadinya penguasaan wilayah itu masih tersebar di tiga nama, kalau kita baca data ini mulai mengerucut ke dua nama," ungkapnya.

Survei ini juga membeberkan alasan kenapa responden memilih capres dengan elektabilitas tertinggi yaitu Ganjar, Anies, dan Prabowo. Dari hasil wawancara, diketahui Ganjar dipilih karena merakyat, Anies karena cerdas, dan Prabowo karena tegas.

Yunarto menerangkan, hasil ini linear dengan latar belakang tiga capres tersebut. Prabowo misalnya, dengan latar belakang dari kalangan militer dipilih karena ketegasannya.

“Sedangkan angka alasan dikarenakan kinerja atau karena merakyatnya jauh lebih kecil," kata dia.

Begitu juga Ganjar. Sebanyak 42 persen responden memilih karena Ganjar merakyat. Hanya sedikit masyarakat yang mempertimbangkan ketegasan. "Hanya 4 persen yang menyatakan (memilih Ganjar) karena alasan tegas. Atau hanya 6 persen misalnya dikarenakan alasan santun," terang Yunarto.

Untuk Anies, sebanyak 33 persen responden memilih dengan cerdas atau pintar. Selain itu, kata Yunarto,  alasan kedua masyarakat memilih Ganjar dan Anies lantaran punya kinerja baik saat menjabat gubernur di daerah masing-masing.

"Saya kira ini akan jadi pertarungan menarik apabila ketiganya bertarung betul-betul," ucapnya.

Ketua DPP NasDem Willy Aditya senang dengan hasil survei ini. Menurut dia, ada beberapa alasan yang membuat elektabilitas Anies terus menanjak. Pertama adalah faktor dari keputusan NasDem mendeklarasikan Anies menjadi capres. Artinya, masyarakat melihat kepastian dalam pilpres.

"Mas Anies sudah memegang separuh tiket. Tinggal melengkapinya. Jadi, faktor deklarasi ini sangat penting dalam mendongkrak elektabilitas Anies," kata Willy, tadi malam.

Kedua, lanjut dia, figur Anies kuat dalam menyerap suara aspirasi dari perubahan. Karena itu, terasa betul antusiasme yang sangat kuat dari pergerakan publik terhadap Anies sehingga elektabilitasnya terus menanjak. 

Ketua GP Mania Immanuel Ebenezer juga senang dengan hasil survei tersebut. Noel, begitu ia disapa, mengatakan hasil survei ini menjadi amunisi bagi relawan Ganjar untuk terus mempersiapkan jagoannya maju di Pilpres. Dengan elektabilitas ini, dia pun yakin, PDIP pada akhirnya akan mencapreskan Ganjar.

"Kami punya keyakinan, tak mungkin PDIP tak mengusung Mas Ganjar. Karena bagaimanapun, partai juga kan butuh menang, dan hari ini yang punya elektabilitas kan Mas Ganjar. Tak mungkin parpol mencari kandidat yang tak memiliki dampak elektoral," papar Noel, tadi malam.

Sumber berita rm.id :

https://rm.id/baca-berita/nasional/150952/capres-terkuat-2024-ganjar-tembus-30-anies-mulai-nanjak

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
sinpo
sinpo
sinpo