Politisi Terbaik Demokrat Pandeglang Meninggal Dunia
Semua Merasa Kehilangan Agus Bustomi
PANDEGLANG - Suasana duka menyelimuti keluarga besar Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Pandeglang. Karena salah satu kader terbaik mereka yang juga menjabat sebagai Anggota DPRD Kabupaten Pandeglang, Agus Bustomi, telah meninggal dunia, Senin (28/9) malam, sekitar pukul 18.30 WIB.
Kepergian almarhum menyisakan kesedihan yang teramat dalam, bukan hanya bagi keluarga yang ditinggalkan, tetapi juga bagi rekan sejawat dan masyarakat yang mengenalnya.
Kenangan akan kebaikan dan dedikasi almarhum terasa begitu dekat, membuat kabar duka ini menjadi pukulan berat bagi banyak pihak.
Kesedihan ini terasa kian menyayat hati karena hanya sehari sebelum menghembuskan nafas terakhir, Agus Bustomi masih menunjukkan jiwa sosialnya yang tinggi dengan mendonorkan darahnya di di Kantor DPC Partai Demokrat, Minggu (27/9).
Tidak ada yang menyangka bahwa senyuman dan tetesan darah yang ia sumbangkan untuk menolong sesama menjadi bakti terakhirnya di dunia ini. Ia pergi dalam keadaan aktif mengabdi hingga garis akhir hidupnya.
Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Pandeglang sekaligus Wakil Ketua III DPRD Pandeglang, M.M Fuhaira Amin, tidak dapat menyembunyikan rasa duka cintanya yang mendalam.
Dengan penuh ketulusan, ia menyampaikan rasa kehilangan atas sosok yang bukan sekadar rekan kerja, melainkan sahabat sejati. “Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Telah berpulang ke Rahmatullah, sahabat kita Agus Bustomi,” kata Fuhaira Amin, Selasa (29/9).
Ia beserta keluarga besar Partai Demokrat merasakan duka mendalam dan kehilangan orang yang baik. “Semoga Allah SWT mengampuni segala kesalahannya di dunia dan menerima segala amal ibadahnya. Dia adalah sahabat dan rekan yang sangat aktif, berintegritas, dan penuh loyalitas di organisasi Partai Demokrat. Kami benar-benar kehilangan orang yang sangat baik,” katanya.
Di mata rekan-rekannya, Agus Bustomi dikenal sebagai figur yang memiliki komitmen tinggi terhadap partai dan kesejahteraan masyarakat Pandeglang. Loyalitasnya terhadap organisasi dan kepeduliannya kepada sesama menjadi warisan berharga yang akan selalu dikenang oleh keluarga besar Demokrat dan rekan-rekannya di DPRD Kabupaten Pandeglang.
Kini, sosok ramah dan bersahaja itu telah tiada. Namun, jejak kebaikan dan aksi kemanusiaan yang ia lakukan di akhir hayatnya akan tetap hidup di hati setiap orang yang pernah bersentuhan dengan kebaikannya.
Begitu juga, Wakil Bupati (Wabup) Pandeglang sekaligus Sekretaris DPC Demokrat Pandeglang, Iing Andri Supriadi, menyampaikan rasa bela sungkawa yang setinggi-tingginya atas wafatnya Anggota DPRD Pandeglang Agus Bustomi.
Wabup Iing menyatakan, secara pribadi dan seluruh jajaran pengurus serta kader Partai Demokrat, sangat terpukul atas wafatnya salah satu kader terbaik.
“Kami keluarga besar Partai Demokrat merasa sangat kehilangan sosok Agus Bustomi. Beliau adalah salah satu kader terbaik yang selama ini terus konsisten berada dekat dengan rakyat dan memperjuangkan aspirasi mereka,” ungkap Wabup Iing, usai ikut prosesi pemakaman di Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang.
Sebagai wakil rakyat yang terpilih dari Daerah Pemilihan (Dapil) 6, almarhum Agus Bustomi dikenal memiliki dedikasi tinggi dalam mengawal pembangunan di wilayahnya. Kehadirannya di tengah konstituen dinilai memberikan warna tersendiri bagi fraksi Demokrat di parlemen Pandeglang.
Dalam kesempatan itu, Wabup Iing juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memanjatkan doa terbaik bagi almarhum.
“Kami mohon doanya kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pandeglang, semoga almarhum wafat dalam keadaan khusnul khatimah dan ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah SWT. Dan tentu, semoga keluarga yang ditinggalkan juga diberikan ketabahan dan kekuatan,” katanya.
Tak lupa, atas nama keluarga almarhum dan institusi partai, Iing menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada publik, khususnya para konstituen Dapil 6 yang mencakup wilayah basis massa almarhum.
“Sebagai manusia biasa, tentu beliau tidak luput dari kekurangan dan kekhilafan. Oleh karena itu, dari lubuk hati yang terdalam, kami memohon maaf atas segala kesalahan beliau semasa hidup. Mohon doakan semoga beliau mendapat tempat di Surga Allah SWT,” tandasnya.
Internasional | 1 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 20 jam yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Olahraga | 17 jam yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu




