TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Solar AS Tembus US$6,50, Trump Keluarkan Jurus Darurat Jelang Pemilu

Oleh: Arya MG
Editor: AY
Selasa, 06 Oktober 2026 | 13:18 WIB
Presiden AS Donald Trump. Foto : Ist
Presiden AS Donald Trump. Foto : Ist

AS — Harga solar di Amerika Serikat melonjak hingga sekitar US$6,50 per galon. Di tengah tekanan harga tersebut, Presiden Donald Trump mengeluarkan kebijakan darurat berupa keringanan pajak untuk penggunaan solar berpewarna merah (red-dyed diesel).


Kebijakan itu diumumkan pada Senin (5/10/2026), atau kurang dari sebulan sebelum pemilu sela AS pada 3 November 2026.

6
Melalui perintah eksekutif, pemerintah Trump menangguhkan sejumlah kewajiban pajak dan sanksi terkait penggunaan solar merah hingga 31 Desember 2026. Sebelumnya, bahan bakar tersebut terutama digunakan untuk kendaraan dan peralatan yang tidak beroperasi di jalan raya, seperti kendaraan pertanian dan alat konstruksi.


Kini, penggunaannya diperluas sementara untuk kendaraan di jalan raya. Kebijakan ini ditujukan untuk membantu petani, pengemudi truk dan pekerja yang terdampak mahalnya bahan bakar.


Lonjakan harga solar terjadi di tengah terganggunya pasokan energi global akibat perang dan berkurangnya kapasitas pengolahan minyak. Kondisi tersebut ikut mendorong harga bahan bakar di AS.


Waktu pengumuman kebijakan juga menjadi sorotan. Trump mengeluarkannya saat aktivitas kampanye menjelang pemilu sela, yang akan menentukan seluruh 435 kursi DPR dan sekitar sepertiga kursi Senat AS.
Saat berkampanye di Nebraska, Trump bahkan menyinggung target kemenangan Partai Republik.


“Ini seharusnya benar-benar memastikan kemenangan kalian dalam pemilu. Saya menjamin itu,” kata Trump.


Keringanan pajak solar tersebut berlaku sementara hingga akhir 2026. Namun, dampaknya terhadap harga bahan bakar akan sangat bergantung pada kondisi pasokan energi dan perkembangan konflik geopolitik global.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit