TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Serangan di Bandara Riyadh Tewaskan 12 Orang, 300 Lebih Luka-luka

Reporter & Editor : AY
Minggu, 11 Oktober 2026 | 14:17 WIB
Bandara Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Arab Saudi kembali diserang pemberontak Houthi pada Sabtu (10/10/2026). Foto : Ist
Bandara Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Arab Saudi kembali diserang pemberontak Houthi pada Sabtu (10/10/2026). Foto : Ist

RIYADH – Serangan di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Arab Saudi, pada Sabtu (10/10/2026), menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai lebih dari 300 orang. Insiden ini menjadi serangan ketiga di Riyadh dalam sepekan, di tengah eskalasi konflik antara Arab Saudi dan kelompok Houthi yang didukung Iran.


Akibat serangan tersebut, operasional bandara untuk sementara dihentikan. Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi melaporkan, korban tewas terdiri dari empat warga Saudi, dua warga Bangladesh, serta masing-masing satu warga Amerika Serikat, Yordania, Palestina, Suriah, Sudan, dan Mesir.


Melansir Reuters, serangan tersebut menjadi yang paling mematikan di Arab Saudi dalam lebih dari satu dekade. Insiden terjadi tanpa peringatan maupun pemberitahuan melalui sistem peringatan ancaman nasional.


Dua serangan sebelumnya di Bandara Internasional King Khalid pada pekan yang sama menewaskan empat orang dan menyebabkan kerusakan parah pada sebuah pesawat komersial Saudi yang tengah terparkir di landasan.


Serangkaian serangan ini menyoroti kerentanan sistem pertahanan Arab Saudi, di tengah meningkatnya operasi militer kerajaan tersebut terhadap kelompok Houthi. Arab Saudi melancarkan kampanye udara untuk mendukung operasi darat pemerintah Yaman dalam menghadapi kelompok yang didukung Iran itu.


Koalisi militer pimpinan Arab Saudi pun bersumpah akan membalas serangan tersebut.


Arab Saudi dan pemerintah Yaman mengklaim telah melancarkan ratusan serangan terhadap sasaran di wilayah yang dikuasai Houthi. Sementara itu, kelompok Houthi menyatakan serangan balasan tersebut menimbulkan korban sipil, termasuk perempuan dan anak-anak.


Dalam unggahan di media sosial X, Kepala Kantor Media Houthi mengklaim kelompoknya telah menutup Bandara Internasional Riyadh setelah serangan tersebut. Houthi juga mengimbau pesawat untuk menghindari wilayah udara Arab Saudi dan menyatakan kawasan itu sebagai zona operasi militer.


Pernyataan tersebut muncul setelah pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi melancarkan serangan terhadap kelompok Houthi pada 5 Oktober 2026.


KBRI Riyadh Imbau WNI Tingkatkan Kewaspadaan


Menyusul situasi keamanan yang memburuk, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh mengimbau seluruh warga negara Indonesia (WNI) di Arab Saudi untuk meningkatkan kewaspadaan.


WNI diminta menghindari daerah yang berpotensi menjadi titik rawan, membatasi perjalanan yang tidak mendesak, serta menjauhi kawasan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh.


"Bagi WNI yang memiliki rencana penerbangan, selalu periksa dan konfirmasikan jadwal, serta status penerbangan secara langsung kepada maskapai yang digunakan sebelum berangkat menuju bandara," demikian imbauan KBRI Riyadh melalui akun Instagram resmi @indonesiainriyadh, Sabtu (10/10/2026).


KBRI juga meminta WNI tetap berada di lokasi aman, mematuhi arahan otoritas setempat, serta memantau informasi resmi dari Pemerintah Arab Saudi, KBRI Riyadh, pengelola bandara, dan maskapai penerbangan.


Bagi WNI yang membutuhkan bantuan konsuler, hotline KJRI Jeddah dapat dihubungi melalui WhatsApp di nomor +966 50 596 6623 atau telepon +966 50 360 9667.
 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit