TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Lula Kembali Pimpin Brasil, Tantang Tekanan Trump

Reporter & Editor : AY
Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:10 WIB
Presiden Barsil
Presiden Barsil

SAO PAULO – Luiz Inacio Lula da Silva kembali memenangkan Pemilihan Presiden Brasil 2026 di tengah tekanan Amerika Serikat (AS) di bawah kepemimpinan Donald Trump. Kemenangan ini sekaligus memperkuat posisi Lula sebagai salah satu pemimpin Amerika Latin yang vokal menentang kebijakan Washington.


Berdasarkan penghitungan 100 persen suara, Lula unggul hampir 4,4 juta suara atas pesaingnya, Flavio Bolsonaro. Lula meraih 51,8 persen suara dalam pemungutan suara putaran kedua yang digelar Minggu (25/10/2026).


Namun, Flavio menolak hasil tersebut dan mendesak pembatalan pemilu. Dia menuding terjadi kecurangan setelah Mahkamah Agung menyetujui perpanjangan waktu pemungutan suara di tengah proses pemilihan.


Flavio merupakan putra mantan Presiden Brasil Jair Bolsonaro, yang dijatuhi hukuman 27 tahun penjara dalam kasus korupsi. Jair sebelumnya kalah dari Lula pada Pilpres 2022.


Kemenangan Lula berlawanan dengan tren politik di sejumlah negara Amerika Latin yang belakangan menguatkan kandidat berhaluan kanan tengah dan dekat dengan Trump, seperti Argentina, Chile, Kolombia, dan Peru.


Sebagai negara dengan ekonomi terbesar di Amerika Latin dan produk domestik bruto (PDB) tahunan sekitar 2,6 triliun dolar AS, Brasil diperkirakan tetap mempertahankan sikap independennya. Pemerintahan Lula juga berpotensi melanjutkan penolakan terhadap tuntutan Washington, meski menghadapi tekanan tarif perdagangan AS.


Tegaskan Kedaulatan Brasil
Lula merayakan kemenangan bersama istrinya, Rosangela da Silva, serta para pendukung di Sao Paulo dan Rio de Janeiro. Mengenakan kacamata merah berbentuk bintang, Lula menyampaikan pidato kemenangan di tengah sorak-sorai massa.


Dia berterima kasih kepada rakyat Brasil dan berjanji melayani seluruh warga tanpa membedakan gender maupun agama.


“Ini kekalahan bagi penyangkalan fakta dan kebohongan,” kata Lula, seraya mengungkapkan rasa malu yang dirasakannya setiap kali mengikuti debat selama kampanye.


Lula juga menegaskan komitmennya menjaga kedaulatan negara dari tekanan pihak luar.


“Negara ini bukan halaman belakang siapa pun,” tegasnya.


Di Rio de Janeiro, warga merayakan kemenangan tersebut dengan membunyikan klakson kendaraan. Namun, hasil pemilu itu tidak disambut positif oleh seluruh kalangan.


Rodrigo Valentim, pengusaha berusia 51 tahun sekaligus pendukung Bolsonaro, menilai pemerintahan Lula mendatang berisiko merugikan perekonomian Brasil. Dia mengaku tidak memahami alasan masyarakat kembali memilih Lula, terutama setelah pasar keuangan menunjukkan reaksi positif terhadap hasil putaran pertama ketika Bolsonaro unggul.


Lula dijadwalkan memulai masa jabatan keempatnya sebagai presiden pada 5 Januari 2027. Masa jabatan tersebut tidak berlangsung berturut-turut.


Dia pertama kali terpilih pada 2002 untuk memimpin periode 2003–2006, kemudian kembali menang pada 2006 untuk masa jabatan 2007–2010. Setelah itu, Lula sempat menjalani penahanan selama sekitar 1,5 tahun dalam perkara korupsi sebelum putusan terhadapnya dibatalkan dan dia dinyatakan tidak bersalah.


Andalkan Kampanye Digital
Kemenangan Lula tidak lepas dari strategi kampanye menjelang putaran kedua. Pada putaran pertama, dia berada di posisi kedua di bawah Flavio Bolsonaro. Karena tidak ada kandidat yang meraih suara mayoritas yang disyaratkan, pemungutan suara dilanjutkan ke putaran kedua.


Dalam kampanye lanjutan, kubu Lula lebih agresif mengangkat rekam jejak Jair Bolsonaro, termasuk kasus korupsi dan kebijakannya selama menjabat presiden.


Tim kampanye Lula juga memaksimalkan media sosial untuk menjangkau pemilih muda. Strategi tersebut menjadi penting karena kubu Bolsonaro sebelumnya gencar menyebarkan materi kampanye digital yang berhasil menarik dukungan sebagian pemilih.


Dengan kemenangan ini, Lula kembali memperoleh mandat untuk memimpin Brasil selama empat tahun ke depan. Tantangan berikutnya adalah menjaga stabilitas ekonomi, mempertahankan dukungan publik, serta menghadapi tekanan perdagangan dan politik dari pemerintahan Trump.
 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit