TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

PORPROV 2026

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Stok Beras Melimpah, Harga Tetap Naik

Reporter: Farhan
Editor: AY
Selasa, 03 November 2026 | 08:22 WIB
Ilustrasi. Fo ; Ist
Ilustrasi. Fo ; Ist

JAKARTA - Melimpahnya stok beras nasional belum mampu menahan kenaikan harga di pasaran. Sepanjang Oktober 2026, harga beras tercatat naik di tingkat penggilingan, grosir, hingga eceran.


Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga beras di tingkat penggilingan naik 0,26 persen secara bulanan dan 6,89 persen secara tahunan.


Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan, kenaikan terjadi pada berbagai jenis beras. Harga beras premium naik 0,01 persen secara bulanan dan 11,32 persen secara tahunan. Sementara beras medium meningkat 0,35 persen secara bulanan dan 5,57 persen secara tahunan.


Kenaikan juga terjadi di tingkat grosir sebesar 0,01 persen secara bulanan dan 5,13 persen secara tahunan. Adapun harga eceran naik 0,08 persen secara bulanan dan 4,10 persen secara tahunan.


Pada Oktober 2026, rata-rata harga beras mencapai Rp15.765 per kilogram di tingkat eceran, Rp14.994 di grosir, dan Rp14.365 di penggilingan.


Kondisi ini menjadi sorotan karena stok pemerintah justru melimpah. Hingga 27 Oktober 2026, pengadaan beras Perum Bulog mencapai 4,23 juta ton atau 105,96 persen dari target pemerintah sebesar empat juta ton.


Wakil Menteri Pertanian Muhammad Saleh Mustafa menilai kenaikan harga dipengaruhi ketimpangan antara ketersediaan beras di pasar dan permintaan masyarakat. Dia juga menyoroti dugaan penimbunan serta penyimpangan distribusi yang berpotensi memicu kenaikan harga.


Saleh mencontohkan penggerebekan praktik pengoplosan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) menjadi beras premium di Kayu Manis, Jakarta Timur.


Menurutnya, pemerintah perlu menertibkan praktik tersebut agar distribusi beras berjalan baik dan pasokan dapat dinikmati masyarakat.


Di sisi lain, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memastikan stok beras pemerintah mencukupi untuk menghadapi peningkatan kebutuhan menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Masyarakat pun diminta tidak khawatir terhadap ketersediaan pasokan nasional.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit