TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

PORPROV 2026

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Kapolri dan Mendes PDT Perkuat Gerakan Desa Bebas Narkoba

Reporter: Farhan
Editor: AY
Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:41 WIB
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto bersama Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto. Foto : Ist
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto bersama Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto. Foto : Ist

JAKARTA – Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto bersama Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto memperkuat kolaborasi untuk memberantas peredaran narkoba hingga ke pelosok desa.


Sinergi tersebut diarahkan untuk mewujudkan lingkungan desa yang aman dan bebas narkotika melalui penguatan program Desa Bersih Narkoba (Bersinar) serta edukasi antinarkoba sejak dini.


Komitmen itu mengemuka dalam audiensi Yandri dengan Kapolri di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (30/10/2026).


Suyudi mengatakan, program Desa Bersinar akan dimaksimalkan melalui kerja sama Polri dan Kemendes PDT. Targetnya, seluruh desa di Indonesia terbebas dari peredaran narkoba, mulai dari Sabang hingga Merauke.


"Kita berharap seluruh desa di Indonesia ini bersinar: bersih narkoba, dari Sabang sampai Merauke. Tentunya ada indikasi penilaiannya, tidak sembarangan begitu saja, tetapi betul-betul ini bisa terpenuhi sehingga sebuah desa itu layak dikatakan sebagai desa yang bersih narkoba," ujar Suyudi.


Selain itu, Polri mendorong penguatan Integrasi Kurikulum Antinarkotika (IKN) yang sebelumnya digagas Suyudi saat bertugas di Badan Narkotika Nasional (BNN). Program tersebut telah diluncurkan bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti.


Menurut Suyudi, edukasi sejak dini penting untuk membekali anak-anak dengan pemahaman mengenai bahaya narkotika, perkembangan modus peredarannya, serta konsekuensi hukum penyalahgunaannya.


Dengan pemahaman tersebut, generasi muda diharapkan mampu menolak ajakan menggunakan narkoba, baik di lingkungan sekolah maupun pergaulan.
Sementara itu, Yandri menegaskan, keterlibatan Polri menjadi bagian penting dalam menciptakan desa yang aman sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.


Dia mengingatkan, peredaran narkoba, minuman keras, dan berbagai tindak kejahatan dapat mengganggu keamanan serta aktivitas warga desa.


Karena itu, pencegahan harus dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor.
"Ini yang ingin kami maksimalkan berkolaborasi dengan Pak Kapolri dan jajaran, karena dengan kolaborasi ini, sesuai dengan pesan Bapak Presiden, kita bukan superman, tetapi superteam," kata Yandri.


Dia menambahkan, Kemendes PDT siap mendukung penuh program Desa Bersinar. Dari total 75.266 desa di Indonesia, seluruhnya akan menjadi sasaran kolaborasi pemberantasan narkoba.


Melalui kerja sama ini, pemerintah berharap pemberantasan narkoba tidak hanya bertumpu pada penindakan hukum, tetapi juga diperkuat dengan pencegahan dan edukasi masyarakat agar desa menjadi lingkungan yang aman dan bebas narkotika.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit