Rupiah Menguat Tipis ke Rp 18.135 per Dolar AS
JAKARTA – Nilai tukar rupiah mengawali perdagangan Selasa (3/11/2026) dengan penguatan tipis. Rupiah naik 0,03 persen ke level Rp 18.135 per dolar Amerika Serikat (AS), dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di posisi Rp 18.140 per dolar AS.
Pergerakan mata uang di kawasan Asia terpantau bervariasi. Yen Jepang menguat 0,02 persen, won Korea Selatan naik 0,19 persen, sementara yuan China melemah 0,29 persen. Ringgit Malaysia dan dolar Singapura masing-masing terkoreksi 0,16 persen dan 0,11 persen terhadap dolar AS.
Di pasar global, indeks dolar AS justru menguat 0,04 persen ke level 101,68. Kondisi ini membuat pergerakan rupiah masih menghadapi tekanan dari penguatan mata uang Negeri Paman Sam tersebut.
Terhadap mata uang lainnya, rupiah melemah 0,06 persen terhadap poundsterling Inggris ke posisi Rp 24.299 dan turun 0,01 persen terhadap dolar Australia menjadi Rp 12.683. Sementara terhadap euro, rupiah bergerak stagnan di level Rp 19.722.
Analis pasar uang Lukman Leong menilai rupiah masih berpotensi bergerak fluktuatif dalam rentang terbatas. Peluang penguatan dinilai belum terlalu besar di tengah ketidakpastian pasar global.
Salah satu sentimen positif datang dari penurunan harga minyak mentah dunia, seiring munculnya harapan pembicaraan damai di kawasan Timur Tengah.
Meski demikian, investor diperkirakan tetap berhati-hati sepanjang pekan ini. Pasar tengah menantikan sejumlah rilis data ekonomi serta mencermati perkembangan menjelang pemilu legislatif paruh waktu di Amerika Serikat.
Selain itu, lemahnya sentimen di pasar saham juga berpotensi membatasi penguatan mata uang Garuda.
Lukman memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp 18.100 hingga Rp 18.200 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini.
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Olahraga | 5 jam yang lalu
Selebritis | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Pos Tangerang | 3 hari yang lalu



