TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

PORPROV 2026

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Prabowo Panggil Dirut KAI, Bahas Revitalisasi Gambir dan Proyek Kereta Bali

Reporter & Editor : AY
Kamis, 05 November 2026 | 20:21 WIB
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rosyidin konferensi pers di Istana Negara, Jakarta, Kamis (5/11/2026). Foto : Ist
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rosyidin konferensi pers di Istana Negara, Jakarta, Kamis (5/11/2026). Foto : Ist

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto membahas dua proyek strategis pengembangan transportasi bersama Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rosyidin di Istana Negara, Jakarta, Kamis (5/11/2026). Kedua proyek tersebut meliputi revitalisasi Stasiun Gambir yang terintegrasi dengan kawasan Monumen Nasional (Monas) serta pembangunan jaringan kereta api di Bali hingga Canggu.


Bobby mengatakan, pertemuan tersebut secara khusus membahas percepatan revitalisasi Stasiun Gambir dan pengembangan layanan kereta di Pulau Dewata.


"Barusan dipanggil Presiden Prabowo membicarakan dua hal. Yang pertama adalah percepatan program revitalisasi Stasiun Gambir. Nanti di kawasan Monas akan dibuat suatu kawasan yang terintegrasi. Jadi, Monas-nya, Taman Monas-nya direvitalisasi, begitu juga Stasiun Gambir-nya," ujar Bobby.


Revitalisasi Stasiun Gambir direncanakan berlangsung dalam dua tahap dengan estimasi pengerjaan sekitar dua tahun. Penataan kawasan ini tidak hanya menyasar fasilitas stasiun dan taman Monas, tetapi juga memperkuat konektivitas antarmoda transportasi di pusat Jakarta.


Dalam konsep pengembangannya, akses transportasi di sisi timur yang terhubung dengan Stasiun Gambir akan dikoneksikan dengan layanan MRT Jakarta di sisi barat. Integrasi tersebut diharapkan mempermudah mobilitas masyarakat sekaligus meningkatkan akses menuju kawasan Monas.


Selain proyek di Jakarta, KAI juga mengusulkan pembangunan jaringan kereta api atau trem untuk mendukung mobilitas masyarakat dan wisatawan di Bali.


Proyek yang dirancang dalam dua fase itu akan menghubungkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan sejumlah kawasan wisata utama.
Tahap pertama mencakup jalur dari bandara menuju Kuta dan Legian. Selanjutnya, tahap kedua akan memperpanjang lintasan dari Legian menuju Seminyak hingga Canggu.


Bobby menyebut, pembangunan jaringan kereta di Bali juga ditargetkan selesai dalam waktu sekitar dua tahun. Kebutuhan investasinya diperkirakan lebih dari Rp2 triliun.


Sementara itu, KAI belum merinci besaran anggaran yang dibutuhkan untuk revitalisasi Stasiun Gambir dan penataan kawasan Monas.


Dua proyek tersebut menjadi bagian dari rencana pengembangan transportasi berbasis integrasi antarmoda, baik untuk memperkuat konektivitas di pusat ibu kota maupun menunjang mobilitas di salah satu destinasi wisata utama Indonesia.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit