TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Indeks

Dewan Pers SinPo

PKB Berusaha Nggak Cemburu

Prabowo-Ganjar Dijodoh-jodohin

Laporan: AY
Minggu, 12 Maret 2023 | 08:47 WIB
(Foto : Setpres)
(Foto : Setpres)

JAKARTA - PKB tak mau berspekulasi melihat kemesraan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dengan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo di acara panen raya padi di Kebumen, Jawa Tengah, Kamis (9/3) lalu. Meskipun saat ini Prabowo-Ganjar sedang dijodoh-jodohin, partai yang dikomandoi Muhaimin Iskandar berusaha untuk tidak cemburu.

Meskipun hanya acara panen raya, kegiatan rame menjadi sorotan. Mengingat di acara itu, Prabowo dan Ganjar tampil mesra. Apalagi, di acara tersebut, hadir juga Presiden Jokowi. Tak heran, bila kemudian banyak pihak yang mengaitkan acara panen raya itu sebagai panggung dari Jokowi untuk menduetkan Prabowo-Ganjar. 

Wakil Ketua Umum PKB, Jazilul Fawaid menilai, terlalu jauh menafsirkan acara panen raya ke Pilpres 2024. Menurutnya, acara tersebut murni kegiatan pertanian dalam rangka pertahanan pangan, sama sekali tidak ada urusannya dengan politik.

"Jika muncul manuver dan spekulasi spekulasi, kami positif thinking saja," jawab Jazilul. 

Wakil Ketua MPR ini menegaskan, PKB tetap percaya dengan komitmen yang dibangun bersama Gerindra lewat koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KIR). Kata dia, sesuai kesepakatan, sosok capres dan cawapres akan diputuskan oleh Prabowo bersama Muhaimin Iskandar.

Hal senada juga disampaikan jubir PKB, Mikhael Sinaga. Menurut dia, wacana duet Prabowo Ganjar itu tidak menggambarkan peta politik yang sudah terbangun antara Gerindra dan PKB. Meski  belum diputuskan siapa pasangan yang akan diusung, kedua partai tentu berharap kadernya yang maju. Jika Gerindra ingin memcapreskan Prabowo, pasangan cawapresnya tentu saja Ketum PKB Muhaimin Iskandar atau biasa disapa Cak Imin.

Secara etika politik kita ini kan punya kader yang bisa diusung, yaitu Cak Imin," kata Mikhael, dalam  diskusi virtual bertajuk "Dinamika Poltik Jelang 2024", kemarin. 

Menurut dia, Cak Imin lebih pantas menjadi cawapres. Punya pengalaman mumpuni, pernah menjadi menteri, dan sekarang sebagai wakil ketua DPR. Cak Imin sudah mengelola partai sekitar 17 tahun.

"Kenapa kita tidak bisa mempercayakan beliau (Cak Imin) untuk mengelola negara ini, saya rasa sudah waktunya," imbuhnya. 

Sementara itu, Ketua Harian Gerindra Sufmi Dasco Ahmad juga kurang nyaman dengan wacana menduetkan Prabowo- Ganjar atau Ganjar-Prabowo. Menurut dia, berdasarkan keputusan partai, capres Gerindra adalah Prabowo.

Kendati demikian, Dasco mengakui saat ini banyak pihak memasangkan Ganjar dengan Prabowo. Dan juga banyak pertanyaan mengenai apakah Pak Prabowo bersedia menjadi wakilnya Ganjar? 

"Saya pikir itu adalah framing-framing yang menurut kami dibuat oleh konsultan-konsultan politik yang ingin memadukan Ganjar dan Pak Prabowo," kata Dasco dalam keterangannya, kemarin. 

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno mengatakan, soliditas koalisi KIR akan diuji saat pemilihan cawapres. Jadi saat ini kedua partai bisa saja berbicara soal kesolidan. Namun, pada saatnya kesolidan itu akan diuji saat akan mengumumkan capres-cawapres.

"Apakah PKB akan bertahan berkoalisi dengan Gerindra kalau Cak Imin tak jadi cawapres? Nah itu belum bisa terjawab sekarang, tapi nanti," kata Adi, kemarin. 

Menurut dia, hal yang sama juga menimpa Koalisi Perubahan yang beranggotakan NasDem, PKS dan Demokrat. Menurut dia, koalisi yang terbangun saat ini masih relatif cair. Artinya, masih ada peluang untuk lanjut atau bubar. rm.id

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
sinpo
sinpo
sinpo