TangselCity

Ibadah Haji 2024

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Indeks

Dewan Pers SinPo

Partai Golkar Terancam Ditinggal Sendirian Di KIB

Viva Yoga Mauladi: PAN Dan PDIP Makin Banyak Titik Temu

Laporan: AY
Senin, 05 Juni 2023 | 10:50 WIB
Viva Yoga Wakil Ketum PAN. Foto : Ist
Viva Yoga Wakil Ketum PAN. Foto : Ist

JAKARTA - Mendekati pendaftaran Capres dan Cawapres 2024, peta koalisi antar partai politik semakin dinamis. Banyak partai politik yang berbalik arah dan meninggalkan koalisinya.

Yang teranyar, Partai Amanat Nasional (PAN) menyiratkan akan merapat ke barisan koalisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Padahal, PAN berada dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) bersama Partai Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Bahkan, PPP sudah duluan berkoalisi dengan PDIP.

Seperti diketahui, pimpinan PAN bertemu dengan pimpinan PDIP. Pertemuan berlangsung di Kantor DPP PDIP, Jalan Dipo­negoro, Menteng, Jakarta Pusat pada Jumat (2/6).

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas) mengakui, kedatangannya ke Kantor DPP PDIP untuk penjajakan koalisi. "Secara resmi, ini pertama kali kami bertemu Bu Megawati un­tuk membicarakan penjajakan koalisi Pilpres 2024," kata Zulhas dalam keterangannya, Jumat (2/6/2023).

Menteri Perdagangan ini menambahkan, pertemuan tersebut adalah silaturahmi lanjutan dengan para petinggi PDIP. Selama ini, Zulhas mengaku sering melakukan pertemuan dengan jaja­ran pengurus PDIP, sejak didapuk Presiden Joko Widodo men­jadi Menteri Perdagangan selama setahun terakhir. "Sesama partai koalisi, kami sering bertemu. Hubungan kami erat dan panjang sejak awal reformasi," tutur Zulhas.

Apa potensi PAN berkoalisi dengan PDIP cukup besar? Wakil Ketua Umum PAN, Viva Yoga Mauladi mengakui, PAN dan PDIP kerap menjalin kerja sama. "Kerja sama politik antara PAN dan PDIP, masih terbuka lebar dan semakin banyak titik temu pemikiran dan kepentingan," ucapnya.

Lantas, apakah Golkar akan ditinggal sendirian di Koalisi Indonesia Bersatu (KIB)? Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Firman Soebagyo masih santai melihat manuver PAN itu.

Untuk membahasnya lebih lanjut, berikut wawancara dengan Viva Yoga mengenai hal tersebut.

Ketum PAN Zulkifli Hasan dan Ketum PDIP Megawati bertemu. Apakah ini tanda-tanda akan berkoalisi?

PAN dan PDIP, dari sisi ideologi partai, relatif sama. Yakni, nasionalis religius dan kerakyatan. Bahkan, be­berapa kali bekerja sama di Pilkada. Catatannya, banyak mendapatkan ke­menangan dalam mengusung paslon, karena antara PAN dan PDIP memiliki basis konstituen yang berbeda, tidak beririsan, sehingga menambah basis dukungan. 

Berarti PAN dan PDIP bisa beker­ja sama?

Kerja sama politik antara PAN dengan PDIP, masih terbuka lebar dan semakin banyak titik temu pemikiran serta kepentingan.Pada waktunya, Bang Zulkifli Hasan akan mengu­mumkan secara resmi paslon yang akan kami usung pada Pilpres 2024.

Apakah PAN merapat ke PDIP karena khawatir kalah lagi?

PAN bercita-cita ingin menang. Pada Pilpres 2014 dan 2019, PAN kalah. PAN tidak ingin meneguk kekalahan hattrick, sampai tiga kali. Untuk itu, PAN akan berhati-hati dan tidak tergesa-gesa menentukan Capres-Cawapres.

Apakah PAN akan berkoalisi dengan PDIP untuk mengusung Ganjar?

PAN ingin paslon yang akan didu­kung, adalah yang memiliki basis konstituen ideologis dan militan dari parpol pengusung. Karena ini pilihan langsung rakyat, maka struktur partai harus berjalan dan menjadi mesin pendulang suara paslon.

Selain itu, paslon yang didukung, harus memiliki elektabilitas bagus dan memiliki tren atau kecenderungan menaik.

Kira-kira, kapan PAN akan mengumumkan Capres?

Kami telah memberikan mandat kepada Ketua Umum PAN, Bang Zulkifli Hasan untuk menentukan langkah strategis dalam menetapkan Calon Presiden dan Calon Wapres. (RM.id)

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
sinpo
sinpo
sinpo