TangselCity

Ibadah Haji 2024

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Indeks

Dewan Pers SinPo

Mau Hentikan Perang Rusia-Ukraina

Prabowo Siap Kirim Pasukan Perdamaian

Laporan: AY
Senin, 05 Juni 2023 | 11:01 WIB
Foto : Ist
Foto : Ist

JAKARTA - Indonesia meminta gencatan senjata Rusia-Ukraina segera dilakukan. Imbauan tersebut dilontarkan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto saat menjadi panelis pada pembahasan Resolving Regional Tensions dalam Pertemuan Shangri-La Dialogue, di Singapura, kemarin.

“Indonesia siap mengirim­kan pasukan perdamaian guna mendukung diakhirinya perang yang sudah menyebabkan keru­sakan luar biasa dan banyak kor­ban rakyat sipil,” tegas Prabowo.

Menurut Ketua Umum Partai Gerindra ini, perang yang sudah berlangsung lebih dari setahun ini berdampak kepada kehidupan di seluruh dunia.

Padahal, tantangan yang diha­dapi dunia semakin berat. Salah satunya, terus bermutasinya virus Corona alias Covid-19.

Untuk mencegah semakin memburuknya keadaan terma­suk kerusakan yang lebih masif di Ukraina dan Rusia, Prabowo mengusulkan adanya deklarasi yang dihasilkan dari Pertemuan Shangri-La Dialogue.

Pertama, harus kita lakukan adalah meminta pihak Ukraina dan Rusia menerapkan gencatan senjata,” sarannya.

Langkah kedua, dia meminta kedua belah pihak mundur 15 kilometer dari titik gencatan senjata sekarang.

Ketiga, meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memben­tuk pasukan penjaga perdamaian dan menempatkan di wilayah demiliterisasi sekarang.

Cara penyelesaian dengan membuat demiliterisasi bukan pertama dilakukan. Menurut Prabowo, PBB pernah melakukan itu dalam perang di Korea, kemu­dian di Vietnam dan juga Afrika.

“Kemudian PBB menggelar referendum kepada masyarakat yang tinggal di wilayah demi­literisasi,” ucap Prabowo.

Dirinya berharap, usulan penghentian perang ini disetujui semua negara.

“Saya memutuskan Indonesia akan menjadi negara pertama yang ikut menjadi pasukan pen­jaga perdamaian,” ucapnya.

Perwakilan Tinggi dan Wakil Presiden Komisi Eropa Josep Borrell Fontelles, yang menjadi panelis bersama Prabowo mengungkapkan, biaya yang harus ditanggung Uni Eropa untuk perang di Ukraina sangat tinggi.

Borrell mengungkapkan, ban­tuan militer yang diberikan Uni Eropa kepada Ukraina sekitar 40 miliar dolar AS. Kalau ditambah dengan latihan untuk pasukan Ukraina, nilai bantuan yang di­berikan bisa mencapai 60 miliar dolar AS.

“Tapi kalau dihitung dengan biaya hidup karena inflasi yang tinggi, nilai bantuan yang dikeluarkan bisa mencapai 700 miliar,” ungkap Borrell.

Borrell sepakat, perdamaian di Ukraina sangatlah penting dan mendesak. Hanya saja belum ada solusi mencapai perdamaian itu.

“Ukraina bukanlah anggota Uni Eropa, hanya teman. Tapi, Uni Eropa merasa harus membantu karena tidak ingin agresi yang dilakukan Rusia terus terjadi. Uni Eropa tidak mau Ukraina kemudian menjadi seperti Krimea,” paparnya. (RM.id)

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
sinpo
sinpo
sinpo