TangselCity

Ibadah Haji 2024

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Indeks

Dewan Pers SinPo

Kim Jong Un Dan Putin Ketemuan Di Rusia, Korut Luncurkan 2 Rudal Balistik

Oleh: Farhan
Rabu, 13 September 2023 | 14:00 WIB
Foto : Ist
Foto : Ist

RUSIA - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Timur Jauh Rusia, Rabu (13/9/2023). Pertemuan ini diwarnai dengan peluncuran dua rudal balistik dari Korea Utara (Korut), beberapa jam sebelum pertemuan.

“Saya senang bertemu Anda. Ini adalah kosmodrom baru kami,” kata Putin sambil menjabat tangan Kim selama sekitar 40 detik, saat menyambut pemimpin berusis 39 tahun itu di Vostochny Cosmodrome, fasilitas peluncuran luar angkasa modern di wilayah Amur di Timur Jauh Rusia, seperti dikutip Reuters.

Kim yang berbicara melalui seorang penerjemah, mengucapkan terima kasih kepada Putin, atas undangan dan kehangatan sambutannya.

Pertemuan puncak antara pemimpin kedua negara, yang semakin terisolasi secara internasional, diawasi dengan ketat oleh Washington dan sekutunya. 

Mereka menduga, Kim dan Putin menyiapkan rencana kerja sama perdagangan senjata dan teknologi pertahanan.

Para pejabat AS dan Korea Selatan khawatir, Kim akan membahas penyediaan senjata dan amunisi ke Rusia, yang telah menghabiskan banyak stok senjata dalam lebih dari 18 bulan perang di Ukraina.

Namun, anggapan tersebut dibantah Moskow dan Pyongyang.

Simbol Ambisi Rusia

Pilihan untuk bertemu di Vostochny Cosmodrome – yang merupakan simbol ambisi Rusia sebagai kekuatan luar angkasa – adalah hal yang sangat penting. Mengingat dalam empat bulan terakhir, Korut telah dua kali gagal meluncurkan satelit pengintai.

Dalam rekaman yang dirilis kantor berita RIA, Kim dan Putin terlihat berjabat tangan sambil tersenyum lebar. Berdiri di luar, dikelilingi personel keamanan dan perwakilan media Rusia, sebelum jalan bersama menuju gedung berdinding kaca yang berkilauan.

Tayangan TV memperlihatkan, Putin mengajak Kim berkeliling fasilitas tersebut.

Beberapa jam menjelang pertemuan puncak yang diantisipasi, militer Korsel dan pemerintah Jepang mengumumkan, Korut meluncurkan dua rudal balistik jarak pendek dari daerah dekat ibu kota, Pyongyang, ke laut lepas pantai timurnya.

Para analis mengatakan, ini adalah peluncuran rudal balistik pertama yang dilakukan Korut, saat Kim berada di luar negeri.

Asal tahu saja, dalam 12 tahun masa kekuasannya, Kim hanya 7 kali melakukan perjalanan ke luar negeri. Seluruhnya dilakoni pada tahun 2018 dan 2019. Dalam periode tersebut, Kim juga dilaporkan melintasi perbatasan antar-Korea sebanyak dua kali.

Sensitif

Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov tak banyak bicara, ketika ditanya apakah pertemuan Putin dan Kim akan membahas soal kerja sama pertahanan.

Melansir Kantor Berita Interfax, Peskov hanya mengatakan, kedua negara bekerja sama dalam bidang “sensitif”, yang tidak akan dipublikasikan.

Selasa (12/9/2023), Peskov mengatakan, kunjungan Kim akan menjadi kunjungan yang “sepenuhnya” dan kedua pihak akan melakukan “negosiasi”.

Sementara pejabat Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Rusia mengungkap, tidak menutup kemungkinan, pertemuan Putin dan Kim akan membahas soal bantuan kemanusiaan untuk Korut dan resolusi Dewan Keamanan PBB yang diberlakukan terhadap Pyongyang.

Pembicaraan ini dianggap penting, mengingat perubahan geopolitik global yang terjadi saat ini.

"Kontak bilateral sangat penting. Situasi di Semenanjung Korea, sangat penting bagi keamanan dan stabilitas di kawasan ini," Kantor Berita Pemerintah RIA, mengutip pernyataan Juru Bicara Kemenlu Rusia, Maria Zakharova.

Kim tiba di Rusia dengan menaiki kereta pribadi, Selasa (12/9/2023). Dia tiba bersama petinggi industri pertahanan dan militer.

Kepada Kantor Berita Korut KCNA, Kim menuturkan, kunjungan ini akan menyoroti “kepentingan strategis” hubungan kedua negara.

Pengamat menilai, kehadiran Direktur Departemen Industri Amunisi Korsel Jo Chun Ryong dalam kunjungan Kim ke Putin, mengisyaratkan adanya agenda yang menekankan kerja sama industri pertahanan.

Kim bisa saja menawarkan amunisi artileri Korea Utara, yang dapat menambah kemampuan Rusia menghadapi Ukraina alam jangka pendek. 

"Tapi sepertinya, hal ini akan dibatasi oleh kualitas amunisi yang ditawarkan," ungkap analis tersebut.

Sebelumnya, Korsel dan AS telah mengingatkan, kesepakatan semacam itu akan melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB, yang disetujui Rusia sebagai anggota tetap dewan tersebut.

Korut adalah salah satu dari sedikit negara, yang secara terbuka mendukung Rusia terkait konflik Ukraina.

Pekan lalu, Putin berjanji memperluas hubungan bilateral dalam segala hal secara terencana, dengan menggabungkan berbagai upaya.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
sinpo
sinpo
sinpo