TangselCity

Ibadah Haji 2024

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Indeks

Dewan Pers SinPo

Ini Kata Denny JA Soal Tingginya Popularitas Jokowi Di Tahun Terakhir Kekuasaan

Laporan: AY
Minggu, 17 September 2023 | 13:08 WIB
Foto : Ist
Foto : Ist

JAKARTA - Di tahun terakhir kekuasaannya, apalagi di periode kedua, tingkat popularitas presiden umumnya babak belur. Tingkat kepuasan publik, cenderung merosot. Anjlok. Namun, ini tak berlaku pada Jokowi.

Tingkat kepuasan publik pada Jokowi di tahun terakhir kekuasaannya, terhitung sangat tinggi.

Hasil riset Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA dalam periode Mei hingga Agustus 2023 menunjukkan, tingkat kepuasan publik kepada Jokowi berkisar antara 76,2 hingga 80 persen.

Ini rating yang sangat tinggi. Sangat mencengangkan. Bagaimana menjelaskannya? Apa yang membuat Jokowi tetap populer, tetap membuat rakyatnya puas?

Pendiri LSI Denny JA menyebut, ini adalah impresi rakyat banyak, hasil kombinasi dari apa yang mereka lihat, antara kinerja dan personality Jokowi.

"Dalam kinerja, publik luas merasakan sendiri manfaat, dari misalnya BPJS. Bagaimana biaya kesehatan mereka begitu dijamin, dengan harga yang terjangkau, bahkan gratis. Untuk pendidikan, publik dipuaskan. Juga untuk bantuan sosial, terutama ketika bencana 3 tahun covid-19. Walau ada bocor anggaran di sana dan di sini, tapi penilaian publik untuk bansos sangat tinggi," papar Denny dalam keterangannya, Minggu (17/9/2023).

Denny tak menampik, kelompok yang kritis kepada Jokowi, tetap ada. Terutama, dari kalangan terpelajar.

Namun, jumlah kalangan terpelajar di Indonesia, tak sampai 10 persen.

Secara kualitas, kata Denny  catatan kalangan terpelajar sangatlah penting. Tapi dalam ukuran approval rating, bukan itu ukurannya. Yang dihitung adalah kuantitas opini. 

Hal lain yang mencolok soal Jokowi adalah personalitasnya. Publik berpandangan, Jokowi peduli pada rakyat. Kepedulian Jokowi mereka rasakan otentik, tidak dibuat- buat atau acting. Jokowi juga dinilai rendah hati dan santun. Kesan atas personalitas, memiliki pengaruh besar terhadap approval rating, tingkat kepuasaan publik," jelas Denny.

Soal Jokowi personality Jokowi yang otentik, Denny mengaku punya pengalaman pribadi.

Di akhir Juli 2023, ajudan orang nomor satu di republik ini meneleponnya. Menyampaikan info, bahwa Presiden Jokowi ingin berbicara, jika Denny ada waktu. 

Denny pun segera meluncur ke istana. Di ujung meja, Jokowi duduk sendirian.

Dia mengungkap, kata pertama yang dinyatakan Jokowi adalah "Maaf Mas Denny, jika ini mengganggu hari libur Mas Denny.

Denny pun menjawab: “Tidak sama sekali pak Presiden. Justru sebuah kehormatan jika dipanggil oleh seorang presiden.”

Mereka pun bicara empat mata, 30 hingga 45 menit.

Di mata Denny, Jokowi nampak begitu santun, rendah hati, mendengar, bertanya dan mencatat. Dia ingin mengetahui aspirasi rakyat banyak, dari sumber yang berbeda-beda. 

"Jokowi merasa, saya cukup mengetahui opini publik dari Aceh hingga Papua, dari hasil survei LSI Denny JA. Terkesan oleh saya, sikap Jokowi memang otentik. Dia rendah hati, dan sangat santun, tidak dibuat- buat dalam rangka pencitraan misalnya. Itu justru menambah nilai Jokowi di mata publik," tutur Denny.

"Semoga Jokowi terus seperti ini, sehingga bisa mengakhiri amanah jabatan presiden dengan happy ending. Ini tradisi baru, yang berbeda dengan semua Presiden Indonesia sebelumnya, yang tidak berakhir dengan happy ending," pungkasnya.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
sinpo
sinpo
sinpo