TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum dan Kriminal

Advertorial

Indeks

Dewan Pers SinPo
Sling Penyangga Jembatan Gantung Putus

Siswa SD di Lebak Ini Terpaksa Naik Rakit Bambu Demi Bisa Sekolah

Oleh: AY/BNN
Selasa, 02 Agustus 2022 | 20:09 WIB
Demi menuntut ilmu Anak-anak di SD Negeri 2 Desa Haur Gajrug, Lebak ini rela naik getek bambu untuk meneju ke Sekolah. Foto : Istimewa
Demi menuntut ilmu Anak-anak di SD Negeri 2 Desa Haur Gajrug, Lebak ini rela naik getek bambu untuk meneju ke Sekolah. Foto : Istimewa

LEBAK—Perasaan cemas dirasakan sejumlah siswa SD Negeri 2 Desa Haur Gajrug, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak saat berangkat menuju sekolah. Mereka terpaksa bertaruh nyawa menyeberangi Sungai Ciberang menggunakan rakit bambu.

Jembatan gantung yang sling penyangganya putus. fFoto : Istimewa

Aksi itu terpaksa mereka lakukan lantaran jembatan yang biasa digunakan setiap hari kondisi sling penyangga-nya putus sehingga tidak bisa digunakan. Informasi yang dihimpun, jembatan dengan panjang 60 meter dengan lebar 1,5 meter putus sling penyangga pada pada Kamis (28/07/2022) lalu.


Akibat insiden itu, akses di dua kampung yakni Kampung Cuping dengan Kampung Nagerang tersendat. Jika ada jalur alternatif lainnya jarak tempuhnya pun cukup jauh sehingga warga setempat berinisiatif membuat rakit yang terbuat dari anyaman bambu. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak yang mendapat laporan itu langsung menerjunkan perahu karet untuk membantu penyeberangan.

Iroh, salah satu anak siswa SD Negeri 2 Haur Gajrug, sekaligus warga Kampung Cuping mengungkapkan, rasa takut saat menyeberangi sungai kerap kali terjadi. Namun, hal itu terpaksa ia lawan agar tidak bolos sekolah. “Sekolah kita ada di seberang sungai pak (Kampung Nagerang), jadi karena jembatannya rusak sekarang terpaksa harus pakai rakit,” kata Iroh, Selasa (02/08/2022).
Walaupun merasa takut, Iroh mengaku tidak memiliki pilihan lain. Karena akses jembatan itu merupakan akses terdekat menuju sekolahnya. “Takut iya, tapi mau gimana lagi pak, kalau lewat jalan lain muter jauh,” katanya

Kepala Desa Haur Gajrung Hasan Ferry mengatakan, saat kejadian sling jembatan putus terdapat seorang warga yang sedang melintasi jembatan tersebut. “Saat kejadian ada warga yang nyaris jatuh ke sungai, beruntung nyangkut di sling. Alhamdulillah selamat, hanya mengalami luka ringan saja,” ujarnya.

Akibat kejadian ini, Ferry mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak BPBD dan DPUPR Lebak untuk melakukan perbaikan pada jembatan yang memiliki panjang 60 meter dengan panjang 1,2 meter tersebut.


“Jembatan ini sebelumnya sudah diperbaiki dua tahun yang lalu, pasca banjir bandang. Tapi kalau usianya itu sudah capai puluhan tahun. Dan sekarang kita sudah ajukan kepada Pemkab Lebak untuk diperbaiki agar mobilitas warga kembali normal,” katanya.
Kepala Pelaksana BPBD Lebak Febby Rizki Pratama mengatakan, pihaknya sendiri sudah melakukan survei ke lokasi jembatan, dan memasang sebuah perahu karet untuk membantu mobilitas khususnya anak-anak sekolah setempat. “Ya kita pasang perahu karet untuk bantu warga, karena kalau hanya pakai rakit kan rawan. Apalagi ada cuaca ekstrem dari BMKG hingga tiga hari ke depan,” ujar Febby.

Ia pun mengimbau kepada warga sekitar untuk berhati-hati saat menyeberangi jembatan itu baik menggunakan rakit maupun perahu karet. “Kita harap warga untuk memantau kondisi cuaca terlebih dahulu sebelum menyeberangi sungai. Kalau hujan jangan dulu, karena kita tau sendiri kedalaman airnya sendiri hingga 10 meter lebih,” imbaunya. 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
sinpo
sinpo
sinpo