TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Indeks

Dewan Pers SinPo

Pilpres Tinggal Menghitung Hari, 1 Atau 2 Putaran Masih Belum Pasti

Laporan: AY
Sabtu, 30 Desember 2023 | 08:00 WIB
Foto : Ist
Foto : Ist

JAKARTA - Pilpres 2024 sudah di depan mata, tinggal 45 hari lagi. Apakah Pilpres akan berlangsung 1 putaran atau 2 putaran? Peluangnya masih fifty-fifty.

Jelang akhir tahun, Indikator Politik Indonesia dan Center for Strategic and International Studies (CSIS) merilis hasil survei Pilpres. Hasilnya, mirip-mirip. Capres-Cawapres nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka berada di posisi pertama dengan elektabilitas di atas 40 persen. Sementara, Capres-Cawapres nomor urut 1, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, dan Capres-Cawapres nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD, bersaing ketat memperebutkan posisi kedua. Secara umum, dari dua survei itu, terlihat belum ada calon yang menembus elektabilitas 50 persen.

Di survei Indikator Politik Indonesia, Prabowo-Gibran memperoleh dukungan sebesar 46,7 persen, diikuti Ganjar-Mahfud 24,5 persen, lalu Anies-Imin 21 persen. Sementara 7,8 persen responden tidak menjawab. Di survei CSIS, elektabilitas Prabowo-Gibran 43,7 persen, disusul Anies-Imin 26,1 persen, dan Ganjar-Mahfud 19,4 persen. Sedangkan yang belum menentukan pilihan dan tidak jawab ada 10,9 persen.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengatakan, hasil Pilpres masih akan ditentukan dari seri Debat Capres-Cawapres. Menurutnya, debat ini akan dapat memengaruhi pilihan swing voters dan undecided voters.

Dengan kondisi elektabilitas sekarang, Ketua Departemen Politik dan Perubahan Sosial CSIS Arya Fernandes melihat. peluang satu atau dua putaran Pilpres 2024 masih sama-sama terbuka. Pasalnya, sebagian responden belum mantap menentukan pilihan. Dari survei diketahui yang sudah mantap menentukan pilihan baru 75,2 persen, sedangkan 24,8 persen masih bimbang.

"Semua paslon masih memiliki peluang. Sebab, swing voters (pemilih yang masih bimbang) masih cenderung tinggi," kata Arya.

Masing-masing kubu menanggapi hasil survei tersebut dengan berbeda. Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran semakin semangat menggaungkan narasi Pilpres 1 putaran. Mereka juga mengajak masyarakat untuk mendukung Pilpres 1 putaran. Alasannya, Pilpres 1 putaran lebih efektif dan efisien.

“Pilpres 1 putaran akan membantu negara menghemat anggaran Rp 17 triliun. Aktivitas perdagangan dan investasi yang tertunda gara-gara pilpres bisa berjalan kembali," kata Wakil Ketua TKN Prabowo-Gibran Akbar Himawan Buchari.

Sementera, Deputi Politik 5.0 Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud Andi Widjajanto memprediksi, Pilpres akan berlangsung 2 putaran. Dia merujuk hasil survei internal yang dilakukannya, yang menunjukkan Ganjar-Mahfud mendapat dukungan 40 persen.

Menurut Andi, saat ini belum ada Capres-Cawapres yang mendapat dukungan 50 persen. "Sementara masih ada tiga debat lagi di depan, masih ada kampanye terbuka zonasi," ucap mantan Gubernur Lemhannas ini.

Dengan kondisi ini, kata Andi, masih banyak yang akan terjadi selama proses kampanye. "Jadi masih banyak hal yang akan berubah dalam sisa hari kampanye ke depan," ucapnya.

Juru Bicara Timnas Anies-Muhaimin, Refly Harun, juga meyakini Pilpres 2024 akan berlangsung 2 putaran. Merujuk hasil survei CSIS, Refly yakin pasangan Anies-Muhaimin memiliki peluang besar untuk memenangkan Pilpres jika dilaksanakan dua putaran.

Sepertinya akan ada putaran kedua antara Anies dan Prabowo. Kalau terjadi dua putaran, bukan tidak mungkin Anies akan menang karena tren Anies meningkat," kata Refly.

Refly mengatakan, dalam skenario dua putaran, Anies memiliki peluang untuk mendapatkan dukungan dari pemilih yang sebelumnya memilih kandidat lain pada putaran pertama. "Tentu tidak akan 100 persen, tapi mayoritas akan ke Anies," sesumbarnya.

Lalu, bagaimana peluang Pilpres 1 putaran atau 2 putaran? Pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada, Nyarwi Ahmad, menyatakan hal itu tergantung dari usaha masing-masing calon mendekati pemilih undecided voters yang sekitar 8 persen. Nyarwi melihat, dari jumlah itu, terdapat pemilih yang sulit didekati, sehingga butuh kerja keras untuk diyakinkan mereka.

Nyarwi menyatakan, waktu 45 hari ke depan harus harus dipergunakan dengan baik oleh masing-masing calon. Ketiga calon harus bersikap kritis terhadap dinamika politik, termasuk beragam hasil survei elektabilitas Capres-Cawapres.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
sinpo
sinpo
sinpo