TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Indeks

Dewan Pers SinPo

Gencarkan Operasi Pasar

Sudah Sepekan Puasa,  Harga Pangan Kok Belum Turun Juga Sih....

Oleh: Farhan
Selasa, 19 Maret 2024 | 11:35 WIB
Pedagang di Pasar Pal Merah, Jakarta. Foto : Ist
Pedagang di Pasar Pal Merah, Jakarta. Foto : Ist

JAKARTA - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta lebih menggencarkan Operasi Pasar. Sebab, hingga kini harga pangan belum menunjukkan penurunan signifikan alias masih mahal.
Harga bahan pangan di DKI Jakarta rata-rata masih tinggi, jauh di atas normal. Beras IR I misalnya, melansir data infopangan.jakarta.go.id pada Minggu (17/3/2024), dipatok Rp 15.266 per kilogram (kg). Contoh lain cabe rawit merah, harganya tembus Rp 73.951 per kg.
Anggota DPRD Suhud Aly­nudin mendesak Pemprov DKI segera bertindak merespons harga pangan yang terus melam­bung selama Ramadan.

Menurut Suhud, warga sudah menjerit dengan kenaikan harga beras, telur dan ayam. Sebab, harga pangan yang tinggi mem­bebani ekonomi masyarakat. Pemprov harus memastikan ketersediaan pangan mencukupi dan harganya terjangkau.

“Kalau sembako tersedia tapi harganya mahal, itu sama juga bohong,” kata Suhud dikutip Minggu (17/3/2024).
Suhud menilai, kenaikan harga pangan di awal Ramadan sangat tidak wajar. Seharusnya, setelah sepekan Ramadan, harga sudah turun. Jika tidak turun, dikha­watirkannya, berpotensi akan naik lebih tinggi jelang Lebaran.

“Ini kan baru awal Ramadan. Bagaimana nanti mendekati Idul Fitri?” ujarnya.
Politisi Partai Keadilan Se­jahtera (PKS) ini mendorong Dinas Ketahanan Pangan, Ke­lautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) bidang pangan lebih gencar menggelar Operasi Pasar.

Pemprov harus memantau dan kemudian mengantisipasi kenaikan harga sembako dengan melakukan Operasi Pasar.

“Pemprov harus melakukan intervensi agar harga tetap ter­jangkau bagi masyarakat lapis bawah,” tegasnya.

Jual Sembako Murah
Pemprov DKI Jakarta berkomitmen tetap melaksanakan kegiatan Sembako Murah se­lama bulan suci Ramadan. Pen­jabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono menuturkan, kegiatan tersebut terus dilak­sanakan untuk meringankan kebutuhan masyarakat.
”Sembako Murah tetap berja­lan seperti biasa. Ini merupakan upaya untuk menjaga kestabilan harga pangan, sehingga masyarakat dapat beribadah dengan tenang,” kata Heru.

Selain itu, Pemprov DKI Jakar­ta menggelar Pasar Murah Rama­dan. Kegiatan ini diselenggarakan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta berkolaborasi dengan PT Dharma Jaya, Bulog dan Food Station.

“Kegiatan Pasar Murah men­jual berbagai jenis sembako,” kata Kepala Dinas PPKUKM DKI Jakarta Elisabeth Ratu Rante Allo saat meninjau Pasar Murah di RPTRA Mustika Kelurahan Kra­mat Jati, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (15/3/2024).
Jenis sembako yang tersedia di pasar murah, yakni beras, minyak goreng, gula, daging sapi, daging ayam dan telur. Di kegiatan ini, lanjut Ratu, Bulog menyediakan 400 pax beras.

“Khusus di Jakarta Timur hari ini kita lakukan Pasar Murah serentak di 10 titik. Ini kami lakukan untuk menjaga stabilitas harga di Bulan Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri 1445 H,” jelasnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Perekonomian Pembangunan dan Lingkungan Hidup Kota Administrasi Jakarta Timur, Eka Darmawan, memastikan kegiatan Pasar Murah ini sangat di­rasakan manfaatnya oleh warga.

“Tadi dihadiri bapak Menteri Perdagangan dan sekaligus memberikan bantuan beras ke­pada warga Kelurahan Kramat Jati,” katanya.

Eka mengungkapkan, gelaran Pasar Murah di Jakarta Timur sudah dilaksanakan sejak se­belum puasa hingga menjelang Lebaran.
“Ini dilakukan dalam rangka menstabilkan harga, harga sem­bako terjangkau dan pasokan sembako stabil ini juga yang diharapkan masyarakat,” ucap­nya.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
sinpo
sinpo
sinpo