TangselCity

Ibadah Haji 2024

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Indeks

Dewan Pers SinPo

Tingkatkan Pelayanan, Dinkes Tangsel Beri Peningkatan Kapasitas Para Kader Posyandu

Laporan: Rachman Deniansyah
Selasa, 04 Juni 2024 | 17:20 WIB
Peningkatan kapasitas dan kompetensi bagi para kader Posyandu berlangsung di Puspemkot Tangsel, Selasa (4/6/2024). (Dok. Dinkes Tangsel)
Peningkatan kapasitas dan kompetensi bagi para kader Posyandu berlangsung di Puspemkot Tangsel, Selasa (4/6/2024). (Dok. Dinkes Tangsel)

CIPUTAT - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memberi peningkatan kapasitas kepada para kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Hal tersebut dilakukan guna memberi pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Peningkatan kapasitas dan kompetensi bagi para kader Posyandu berlangsung di Puspemkot Tangsel, Selasa (4/6/2024). 

Pada kesempatan itu Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie mengatakan, kegiatan ini merupakan ajang yang bermanfaat untuk menambah wawasan ibu-ibu kader Posyandu.  

"Kegiatan ini bisa menambah wawasan ibu-ibu dalam menjalankan perannya sebagai kader Posyandu," ujar Benyamin. 

Melalui kegiatan ini, pemerintah melalui Dinkes Kota Tangsel berupaya untuk meningkatkan pelayanan kesehatan untuk masyarakat.

"Sehingga Posyandu yang sudah ditempatkan sedemikian rupa di tengah masyarakat dapat memberi pelayanan kepada masyarakat," imbuhnya. 

Lebih lanjut, Kepala Dinkes Kota Tangsel, Allin Hendalin Mahdaniar menerangkan dalam kegiatan ini, ibu-ibu kader Posyandu dituntut agar dapat meningkatkan kompetensinya. 

"Dituntut menjadi kader yang kompeten dengan lima kompetensi dasar kader. Ini sebagai bentuk sosialisasi, untuk tentunya bagaimana kader-kader ini bisa meng-upgrade dirinya supaya bisa menjadi kader yang kompeten dengan 25 kompetensi dasar kadernya," jelasnya. 

Berdasarkan kompetensi dasar tersebut, para kader harus bisa memberi pelayanan sesuai dengan siklus kehidupan.  

"Mulai dari bayi, balita, ibu hamil, menyusui, remaja, sampai dengan lanjut usia (lansia). Oleh karena itu kader-kader ini harus dibekali dengan kebutuhannya tadi. Dari 25 kompetensi dasar itu bila dikelompokkan itu ada lima. Pertama kader harus bisa mempunyai keterampilan manajemen atau pengelolaan Posyandu," paparnya. 

Selanjutnya, kata Allin, para kader juga harus memiliki keterampilan untuk memberi pelayanan terhadap ibu hamil dan menyusui. 

"Ketiga, harus mempunyai keterampilan untuk bayi dan balita. Keempat, keterampilan untuk usia sekolah dan remaja. Kelima, keterampilan untuk usia produktif dan lansia," paparnya. 

Sehingga dengan demikian, Ia berharap agar pelayanan kesehatan dapat diberikan secara optimal kepada masyarakat.  

"Dar tujuh kecamatan, jumlah kader yang diberikan insentif itu ada 5.800 orang. Dengan 849 Posyandu," pungkasnya. (Adv)

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
sinpo
sinpo
sinpo