TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum dan Kriminal

Advertorial

Indeks

Dewan Pers SinPo

RI Tidak Tergesa-gesa, Yang Berhak Ngomong Pandemi Kelar Cuma WHO

Laporan: AY
Selasa, 20 September 2022 | 14:30 WIB
Presiden Jokowi. (Ist)
Presiden Jokowi. (Ist)

JAKARTA - Presiden Jokowi menegaskan, Indonesia tak mau tergesa-gesa memutuskan pandemi Covid-19 di Tanah Air sudah berakhir.

Jokowi bilang, kewenangan untuk memastikan pandemi telah berakhir, sepenuhnya ada di tangan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Pandemi ini kan terjadi di seluruh negara di dunia. Yang bisa memberikan statement, menyatakan pandemi itu selesai adalah WHO," kata Jokowi di sela Peresmian Jalan Tol Cibitung–Cilincing dan Serpong–Balaraja Seksi 1 di Gerbang Tol Gabus, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (20/9).

"Kalau untuk Indonesia, saya kira kita harus hati-hati. Tetap harus waspada. Tidak usah harus tergesa-gesa. Tidak usah harus segera menyatakan, bahwa pandemi itu sudah selesai," tandasnya.

Presiden ke-7 RI itu juga mengingatkan, ada satu-dua negara yang saat ini angka Covid-19-nya naik lagi. Ini tentunya harus kita waspadai.

"Hati-hati. Kehati-hatian itu yang sangat kita butuhkan," ucapnya.

Pernyataan Jokowi ini merespons omongan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden yang mengatakan, pandemi Covid-19 di negaranya telah berakhir. Padahal, jumlah warga AS yang meninggal dunia karena Covid, terus bertambah.

"Problem masih ada. Tapi, situasinya membaik dengan cepat," kata Biden dalam sebuah wawancara dengan Program CBS 60 Minutes yang ditayangkan pada Minggu (18/9).

Namun, pejabat pemerintah setempat mengatakan, komentar itu tidak menandai adanya perubahan kebijakan. Tidak ada rencana untuk mencabut darurat kesehatan masyarakat Covid-19, yang saat ini masih berlangsung.

Agustus lalu, pejabat AS memperpanjang keadaan darurat kesehatan masyarakat, yang telah berlaku sejak Januari 2020, hingga 13 Oktober.

Hingga saat ini, lebih dari satu juta orang Amerika telah meninggal karena penyakit virus corona.

Data Johns Hopkins University menunjukkan, saat ini, rata-rata angka kematian di AS dalam tujuh hari mencapai lebih dari 400. Atau tercatat lebih dari 3.000 kematian dalam seminggu terakhir.

Saat ini, lebih dari 6,5 juta orang telah meninggal dunia akibat Covid. Dengan angka kematian tertinggi di AS. Disusul India dan Brazil. (rm.id)

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
sinpo
sinpo
sinpo