TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Indeks

Dewan Pers SinPo
Duduk Sebaris Di DPR

Andika-Dudung Saling Hormat

Laporan: AY
Selasa, 27 September 2022 | 08:31 WIB
Hadir di Rapat DPR dengan Komisi III. Menhan Prabowo Subianto diapit oleh Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dan KASAD Jenderal Dudung Abdurachman. (Ist)
Hadir di Rapat DPR dengan Komisi III. Menhan Prabowo Subianto diapit oleh Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dan KASAD Jenderal Dudung Abdurachman. (Ist)

JAKARTA - Setelah diisukan tak akur, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman tampil bersama di Komisi I DPR. Keduanya pun tampak akrab.

Kemarin, Komisi I DPR menggelar rapat dengan Kementerian Pertahanan membahas Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) pertahanan.

Rapat dihadiri Menteri Pertahanan Prabowo Subianto; Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa; Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman; Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono; dan Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Wakasau) Marsdya A. Gustaf Brugman.

Dudung dan Andika jadi bintang dalam rapat tersebut. Karena mereka baru duduk bareng lagi setelah dikabarkan tidak akur oleh Anggota DPR Effendi Simbolon. Dalam beberapa kali kesempatan mereka juga memang tidak pernah bareng. Kehadiran Dudung dan Andika pun mendapat tepuk tangan.

Sebelum rapat dimulai Dudung dan Andika melakukan salaman. Prabowo yang berada di sana langsung merangkulnya. Ketiganya pun langsung melakukan salam komando. Aksi ini pun langsung diabadikan oleh para wartawan foto. Foto-foto mereka bersama pun langsung menyebar.

Usai salaman, panglima dan ketiga pimpinan di masing-masing matra itu duduk mengapit Prabowo dengan posisi sejajar. Di sisi kanan Prabowo ada Andika dan Yudo. Sedangkan Dudung dan Gustaf duduk mengapit Prabowo dari sisi kiri.

Rapat dimulai sekitar pukul 10.40 WIB dan berakhir pukul 13.25 WIB ini dipimpin Ketua Komisi I DPR, Meutya Hafid. Anggota DPR yang hadir juga penuh. Tapi pada kali ini tidak terlihat Effendi Simbolon.

Meutya kemudian membuka rapat. Namun, rapat diputuskan digelar secara tertutup.

“Rapat dapat kita buka. Kami tanyakan dulu kepada forum ini apakah rapat ini dibuka dengan sifat tertutup atau terbuka? Tertutup? Saudara Menhan? Tertutup?” tanya Meutya saat membuka rapat. Forum pun meminta tertutup.

"Baik, rapat kita buka dengan sifat tertutup,” sambungnya.

Seusai rapat, Prabowo dan Andika keluar dari pintu yang sama. Sedangkan Dudung ke luar dari pintu lainnya, yaitu pintu rapat Sekretariat Komisi I DPR. Namun sebelumnya ada perbincangan sedikit antara Prabowo dengan Dudung. Andika berusaha jaga jarak. Usai keduanya ngobrol, Andika kembali menemani Prabowo dan melanjutkan jalan ke luar ruangan

Sedangkan Dudung yang belum sempat ke luar dari pintu Sekretariat Komisi I DPR, teringat belum pamitan ke Andika. Akhirnya dia pun mendadak balik badan dan berjalan ke arah bosnya itu. Dudung berkomunikasi ke stafnya. “Pak, salaman dulu, Pak Panglima,” ujar Dudung.

Dia pun berjalan menuju Andika dan memberi salam hormat. Andika membalas salam hormat Dudung seraya tersenyum. Keduanya lalu bersalaman. Andika kemudian lanjut berjalan mendampingi Prabowo. Dudung pun bergegas meninggalkan ruang rapat.

Terpisah, anggota Komisi I DPR, TB Hasanuddin memastikan TNI solid. Menurut Hasanuddin, tidak ada permasalahan antara Andika dan Jenderal Dudung.

“Memang tidak ada masalah, TNI dalam pandangan saya solid,” sebut TB Hasanuddin.

Dirinya menyatakan telah berbicara dengan Andika dan Dudung, sehingga menjamin tidak ada masalah di antara keduanya. Namun hal yang wajar jika masih ada perbedaan antara diskusi dan aplikasi di lapangan.

“Ada perbedaan-perbedaan dalam diskusi dan dalam aplikasi di lapangan, itu hal biasa di kehidupan militer. Saya 35 tahun menjadi prajurit TNI. Jadi, itu dinamika, nggak usah dibesar-besarkan, nggak usah dipanjang-panjangkan,” pinta polisi PDIP itu.

Sebelumnya, anggota Komisi I DPR, Effendi Simbolon mengaku menerima kabar tentang ketidakharmonisan antara Panglima TNI dan KSAD. Pemicunya ada beberapa. Salah satunya karena Andika tidak meluluskan anak Dudung saat mengikuti seleksi Akmil.

Hal itu dia katakan saat mengikuti rapat kerja Komisi I dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan TNI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (5/9) lalu. (rm.id)

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
sinpo
sinpo
sinpo