TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum dan Kriminal

Advertorial

Indeks

Dewan Pers SinPo

Ditemukan Mayat Seorang Kakek Di Sungai Cilemer Dengan Luka Lebam

Oleh: AY/BNN
Kamis, 29 September 2022 | 16:14 WIB
Mayat kakek berusia 60 tahun ditemukan mengambang di sungai Cilemer, Pandeglang dengan luka lebam ditubuhnya. Foto : Istimewa
Mayat kakek berusia 60 tahun ditemukan mengambang di sungai Cilemer, Pandeglang dengan luka lebam ditubuhnya. Foto : Istimewa

PANDEGLANG - Warga Kampung Surianeun, Desa Surianeun, Kecamatan Patia, digegerkan dengan temuan mayat seorang kakek mengambang dalam posisi tengkurap, di aliran Sungai Cilemer. Tepatnya, di Bawah Jembatan Eretan yang terletak di Perbatasan Desa Surianeun, Kecamatan Patia, dengan Desa Pagelaran, Kecamatan Pagelaran, Kabupeten Pandeglang, Rabu (28/9/2022) pukul 06.10 WIB.

Pria paruh baya ini, diduga dibuang setelah dibunuh. Karena, selain mengenakan kaos hitam lengan pendek, celana pendek warna hitam, dan celana levis panjang warna biru. Ditubuhnya, terdapat luka lebam di bagian kepala belakang, telinga dan bagian mata.
Luka-uka lebam, diduga terkena benda tumpul atau luka bekas tanda kekerasan pada tubuh korban. Selain itu juga, terdapat ikatan tali plastik rapiah di kedua kaki, tepatnya di mata kaki.

Kabag Humas Polda Banten Shinto Silitonga, membenarkan temuan mayat tersebut. Katanya, hasil pemeriksaan sesosok pria ditemukan tewas mengambang di aliran Sungai Cilemer, tepatnya di Kampung Timur, Desa Pagelaran Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang tersebut.

Dalam identitas KTP, merupakan warga Kelahiran Bogor berusia 60 tahun beralamat di Kampung Cipare RT/RW 03/01, Desa/Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor, bernama Ewon Suherman. Namun, kata dia, menurut data identitas dalam SIM, berstatus pengemudi beralamat warga Kampung Sindangresmi RT/RW 03/02, Desa Purwaraja, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang

Identitas korban dalam KTP, merupakan warga Kabupaten Bogor. Namun dalam identitas SIM, merupakan warga Kabupaten Pandeglang. Pihak Polres Pandeglang bersama Polda Banten, masih melakukan pendalaman atas mayat tersebut,” ungkap Shinto, Rabu (28/9)

Kapolsek Pagelaran, Polres Pandeglang AKP Rahya Nurcahyana menceritakan, temuan mayat pria kelahiran Bogor itu pertama kali ditemukan Tatang, warga Kampung Timur, Desa Pagelaran, yang hendak memancing sekira pukul 05.30 WIB.

Saksi kaget melihat mayat mengambang, dalam posisi tengkurap. Lalu Tatang selaku saksi pertama, memberitahu sosok mayat tersebut ke penduduk terdekat, yakni Ali, warga Kampung Surianeun, Desa Surianeun, Kecamatan Patia.

Ali sebagai saksi kedua mengaku, penasaran dengan mayat tersebut hingga membalikkan tubuh korban untuk mengetahui wajahnya. Setelah itu, kata Rahya, kedua saksi itu melaporkan kejadian temuan mayat tersebut ke Mapolsek Pagelaran.

“Setelah mendapatkan laporan, anggota mengevakuasi jasad korban. Hasil pemeriksaan luar sementara, oleh tim Puskesmas Pagelaran dan Tim Inafis Polres Pandeglang, terdapat luka lebam di kepala bagian belakang, telinga dan bagian mata luka lebam, diduga terkena benda tumpul atau luka bekas tanda kekerasan pada tubuh korban, serta terdapat ikatan tali plastik rapiah di kedua kaki, tepatnya di mata kaki,” papar Kapolsek.

Kata Rahya, jasad korban dugaan pembunuhan terhadap masih dilakukan pendalaman. Saat ini, kata dia, Jasad korban dievakuasi ke RSUD Berkah untuk dilakukan autopsi guna kepentingan penyelidikan.

“Jasad korban di bawa ke rumah sakit, guna kepentingan penyidikan,” imbuhnya. 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
sinpo
sinpo
sinpo