Pengendara Keluhkan Jalan Ciherang-Pandeglang
Kondisi Berlubang, Pemkab Pandeglang Didesak Segera Memperbaiki
PANDEGLANG - Kondisi jalan di wilayah Kota Pandeglang tepatnya Jalan Ciherang-Pandeglang telah mengalami kerusakan atau berlubang. Kondisi itu telah dikeluhkan para pengendara karena akses utama menuju Pasar Pandeglang itu sangat membahayakan.
Bahkan, setiap pengendara roda dua yang melintas di jalan tersebut, harus berzigzag untuk menghindari lubang di badan jalan. Hal itulah telah membuat tidak nyaman dan membahayakan.
Salah seorang pengendara motor, Ridwan mengaku, sangat mengeluhkan dengan kondisi Jalan Ciherang yang dinilainya sudah lama rusak. Padahal, jalan tersebut merupakan jalur aktif yang setiap hari dilintasi masyarakat.
“Parah, jalannya rusak dan berlubang. Ini kan di tengah kota, banyak orang mau ke pasar lewat sini, dan jalur ini selalu ramai,” kata Ridwan, Senin (5/1).
Menurut Ridwan, pemerintah daerah seharusnya lebih peka terhadap kondisi infrastruktur di pusat kota. Menurutnya, kerusakan jalan tidak seharusnya dibiarkan berlarut-larut hingga semakin parah.
“Harusnya di cek, jalannya sudah rusak berlubang, kalau dibiarkan lama-lama makin parah. Kami minta jangan cuma diam,” katanya.
Maka dari itulah dia mendesak Pemkab Pandeglang segera turun tangan memperbaiki jalan tersebut. Ia menilai perbaikan jalan bukan hal sulit jika ada keseriusan dari pemerintah daerah.
“Kalau hujan, lubang-lubang ini seperti kubangan karena tertutup air. Pengendara jadi harus ekstra hati-hati, ini jelas berbahaya. Makanya kami minta Pemkab Pandeglang segera memperbaiki,” tandasnya..
Terpisah, Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Pandeglang, Andrian Wisudawan mengatakan, pihaknya akan mengecek kondisi jalan tersebut. Dia mengakui ada kerusakan di sejumlah titik, dan rencana penanganan akan dilakukan secara bertahap.
“Kita coba cek dulu ke lapangan, kemungkinan penanganannya baru sebagian, terutama di bagian depan. Untuk yang di dalam akan kita lihat lagi karena masih bisa digunakan,” kata Andrian.
Ia menjelaskan, Jalan Ciherang sebagian belum masuk kewenangan penuh DPUPR karena bukan seluruhnya berstatus jalan kabupaten. Namun demikian, pihaknya tetap berupaya merespons keluhan masyarakat sesuai kemampuan anggaran.
“Kita mengusahakan merespons semua keluhan masyarakat, tapi juga menyesuaikan dengan kondisi keuangan daerah. Anggaran pemeliharaan jalan kabupaten sekitar Rp 1 miliar untuk satu kabupaten,” ungkapnya.
Menurut Andrian, perbaikan jalan juga terkendala kondisi cuaca. Saat musim hujan, penambalan jalan kerap tidak bertahan lama.
“Bukan kita diam, tapi kalau musim hujan penambalan cepat rusak. Mudah-mudahan saat cuaca lebih mendukung, perbaikan bisa dilakukan agar kondisinya tidak semakin parah,” tandasnya.
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 13 jam yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu



