Inter Milan Kembali Rebut Klasemen Seri A
ITALIA - Usai laga, pelatih Cristian Chivu kehabisan suara karena lelah berteriak dari pinggir lapangan. Inter kembali merebut puncak klasemen sementara Serie A dari AC Milan.
Inter Milan tampil perkasa di Giuseppe Meazza dan menumbangkan Bologna 3-1 dalam lanjutan Serie A, kemarin. Kemenangan ini tidak hanya krusial untuk persaingan gelar, tetapi juga mengakhiri rentetan hasil minor Inter saat menghadapi tim asal Emilia-Romagna tersebut.
Dalam laga tersebut, Inter tampil dominan sejak awal. Tim asuhan Cristian Chivu itu mencatatkan 19 upaya tembakan ke gawang Bologna, dengan 11 di antaranya mengarah tepat sasaran. Tiga dari upaya tersebut berhasil berbuah gol.
Piotr Zielinski membuka keunggulan Inter pada menit ke-39. Memasuki babak kedua, Kapten Lautaro Martinez dan Marcus Thuram masing-masing menambah satu gol untuk memperlebar jarak. Bologna sempat memperkecil kedudukan melalui gol Santiago Castro pada menit ke-83, namun gol tersebut tidak cukup untuk mengubah hasil akhir.
Dengan tambahan tiga poin, Inter Milan kini mengoleksi 39 poin, kembali menduduki puncak klasemen Serie A. Mereka unggul satu angka dari rival sekota, AC Milan, yang berada di posisi kedua, dan dua angka dari Napoli di peringkat ketiga.
Kemenangan Si Ular Besar ini juga mengakhiri ‘kutukan’ Bologna. Sebelum pertandingan ini, Inter hanya mampu meraih satu kemenangan dalam lima pertemuan terakhir melawan Bologna.
Pertemuan terakhir yang cukup membekas adalah pada Semifinal Piala Super Italia Desember lalu, di mana Bologna berhasil menang 2-1 dan menggagalkan langkah Inter ke final.
Musim sebelumnya, Inter juga sempat menelan kekalahan di kandang Bologna, yang disebut-sebut menjadi salah satu faktor kegagalan mereka meraih gelar Serie A.
Sementara, pelatih Cristian Chivu tidak dapat menghadiri konferensi pers pasca-pertandingan. Eks bek Rumania itu harus mengutus asistennya, Aleksandr Kolarov, untuk menemui awak media.
Kolarov mengungkapkan bahwa Chivu kehabisan suara karena intensitasnya dalam memberikan arahan kepada para pemain selama pertandingan berlangsung.
Kolarov, yang juga merupakan bagian dari staf kepelatihan Inter di era Simone Inzaghi sebelumnya, membandingkan gaya kepelatihan Chivu dengan Inzaghi.
Menurutnya, Chivu cenderung lebih ekspresif dan banyak berteriak di pinggir lapangan dibandingkan Inzaghi.
Chivu tampak sangat tenang, tapi sebenarnya tidak! Saya rasa, Chivu mungkin akan lebih banyak berteriak,” ungkap Kolarov.
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 12 jam yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu



