Pemkot Tangsel Berpacu Benahi Krisis Sampah
Benyamin Davnie: Kritik Mahasiswa Jadi Energi Perubahan
TANGERANG SELATAN - Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie menegaskan bahwa kritik dan aksi mahasiswa terkait permasalahan sampah bukanlah ancaman, melainkan energi perubahan bagi pemerintah kota. Ia menyebut kegelisahan mahasiswa dan warga sebagai “alarm pengingat” agar Pemkot bekerja lebih cepat, terukur, dan transparan dalam menata pengelolaan persampahan di Kota Tangerang Selatan.
Menurut Benyamin, seluruh tuntutan yang disampaikan mahasiswa akan dijadikan bahan evaluasi kebijakan. Saat ini Pemkot Tangsel telah menetapkan status percepatan penanganan sampah melalui program 100 hari kerja yang melibatkan Satgas lintas organisasi perangkat daerah.
“Saya mendengar dan merasakan kegelisahan adik-adik mahasiswa serta masyarakat. Kritik ini menjadi energi bagi kami. Kami tidak tinggal diam Satgas saat ini bekerja di lapangan dalam kerangka program 100 hari untuk memastikan tidak ada lagi tumpukan sampah yang dibiarkan di ruang publik,” ujar Benyamin di Balai Kota Tangsel, Kamis (8/1/2026).
Penanganan Pascapenutupan TPA Cipeucang
Benyamin mengakui bahwa persoalan sampah di Tangsel makin kompleks setelah TPA Cipeucang ditutup dan kerja sama dengan TPA Cilowong dihentikan sementara. Kondisi tersebut sempat menyebabkan hambatan alur pembuangan sampah.
Sebagai langkah cepat, Pemkot Tangsel kini telah membuka kerja sama pembuangan ke TPA Cileungsi.
“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Saat ini alur pembuangan sampah mulai kembali terurai, termasuk dari wilayah yang sebelumnya mengalami penumpukan seperti Ciputat,” jelasnya.
Target Program 100 Hari Kerja
Melalui tim percepatan, Pemkot telah menyusun lini masa penanganan yang ketat. Sejumlah target utama yang dicanangkan meliputi, pembersihan titik-titik rawan penumpukan sampah secara masif dan rutin, optimalisasi armada melalui penambahan ritase dan perbaikan kendaraan yang terkendala, dan percepatan penerapan teknologi pengolahan residu sebagai solusi jangka panjang agar tidak bergantung pada TPA luar daerah.
Selain itu, saluran pengaduan warga kembali dibuka untuk laporan penumpukan sampah agar segera ditindaklanjuti Satgas.
Benyamin menegaskan koordinasi lintas-OPD kini dilakukan setiap hari, mulai dari Dinas Lingkungan Hidup hingga kecamatan.
“Ini kerja kolektif. Pemerintah Kota bertanggung jawab penuh. Kami mengajak mahasiswa dan masyarakat terus mengawal proses ini agar Tangerang Selatan kembali bersih, sehat, dan nyaman,” pungkasnya.(*)
Olahraga | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Olahraga | 17 jam yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu


