1 Juta Ton Beras Siap Diekspor
JAKARTA - Setelah deklarasi swasembada pangan, Indonesia siap naik kelas. Tak hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri, Pemerintah kini bersiap mengekspor 1 juta ton beras ke pasar internasional.
Rencana untuk ekspor beras ke sejumlah negara diungkap langsung Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani. Dia memastikan, secara logistik dan stok, Indonesia sudah sangat siap. Bulog, kata dia, tinggal menunggu arahan resmi Pemerintah terkait negara tujuan ekspor.
“Kami siap. Dalam arti, tinggal melihat potensi negara tujuan ekspor. Untuk itu kami menunggu informasi dari Kementerian Perdagangan karena komunikasi antarnegara dilakukan melalui kementerian tersebut,” ujar Ahmad Rizal di Kantor BNPB, Jakarta, Jumat (9/1/2026).
Arahan jumlah ekspor pun sudah jelas. Ahmad mengungkapkan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman telah meminta Bulog menyiapkan volume ekspor hingga 1 juta ton.
“Tadi arahan dari Pak Menteri Pertanian, kita siapkan untuk ekspor 1 juta ton,” tegasnya.
Ahmad menepis kekhawatiran ekspor akan mengganggu ketersediaan beras nasional. Saat ini, Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tercatat mencapai 3.351.900 ton dan diproyeksikan terus bertambah signifikan.
Sepanjang 2026, Bulog menargetkan penyerapan beras petani lokal mencapai 4 juta ton. Dengan tambahan tersebut, total stok nasional berpotensi menembus angka lebih dari 7 juta ton.
“Dengan jumlah tersebut, kebutuhan dalam negeri tetap menjadi prioritas utama. Ekspor tidak akan mengganggu pasokan nasional,” jelas Ahmad Rizal.
Jika lampu hijau ekspor telah ditetapkan, Bulog siap mengeksekusi pengiriman ke sejumlah negara seperti Timor Leste, Papua Nugini, hingga Malaysia. Langkah ini, lanjutnya, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pertanian yang juga Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Sebelumnya, Mentan Amran mengaku optimis terkait peluang Indonesia sebagai pengekspor beras. Keyakinan itu disampaikan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto saat Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).
Kalau izin Bapak Presiden, yang penting Bulog dan serapan tiga bulan ke depan aman seperti 2025, maka ekspor hampir pasti kita lakukan tahun ini,” lapor Amran kepada Presiden.
Amran memaparkan, stok CBP saat ini berada di kisaran 3,2 juta ton. Bahkan, pada pertengahan 2025, stok nasional sempat menyentuh angka 4 juta ton. Capaian ini dinilai jauh lebih baik dibandingkan masa swasembada 1984, saat Indonesia mendapat pengakuan FAO dengan stok sekitar 2 juta ton. “Ini pencapaian yang sangat signifikan,” kata Amran.
Dukungan terhadap rencana ekspor beras juga datang dari DPR. Ketua Komisi IV DPR, Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto), menilai ekspor beras akan memperkuat posisi Indonesia di pasar pangan global. Keberhasilan swasembada dinilainya sebagai momentum strategis untuk bertransformasi dari negara importir menjadi eksportir pangan.
Ini peluang besar yang harus dimanfaatkan untuk memberikan nilai tambah ekonomi nasional secara berkelanjutan,” kata Titiek.
Politisi Partai Gerindra itu juga mengingatkan pentingnya menjaga produktivitas dan kualitas hasil pertanian agar Indonesia mampu bersaing di pasar global. Menurutnya, mempertahankan swasembada harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas produksi.
“Mempertahankan swasembada harus diiringi kesiapan kualitas produksi agar kita kompetitif dan berkelanjutan,” tegasnya.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa Pemerintah Malaysia telah menyampaikan permintaan agar Indonesia mengekspor beras ke negaranya. Menurut Prasetyo, Indonesia terbuka membantu negara sahabat sepanjang kemampuan dalam negeri mencukupi.
“Kalau ada negara sahabat yang belum berhasil memenuhi kebutuhan berasnya dan kita sanggup, tentu akan kita bantu. Salah satunya Malaysia,” ujar Prasetyo.
Meski demikian, Pemerintah masih melakukan kajian menyeluruh terkait kesiapan ekspor, termasuk volume dan waktu pengiriman. Namun satu hal dipastikan: Indonesia kini tak lagi sekadar cukup pangan, melainkan siap menjadi pemain penting di pasar beras regional.
Olahraga | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 17 jam yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu


