TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

NATARU

Indeks

Dewan Pers

Ferrari dan Hamilton Gagal Bersinar di F1 2025

Reporter & Editor : AY
Selasa, 13 Januari 2026 | 06:49 WIB
Pembalap Ferrari Lewis Hamilton. Foto : Ist
Pembalap Ferrari Lewis Hamilton. Foto : Ist

ITALIA — Ferrari resmi menutup musim Formula 1 2025 dengan rapor merah. Tim berlogo Kuda Jingkrak itu gagal meraih satu pun kemenangan Grand Prix dan harus puas finis di posisi keempat klasemen konstruktor.

 

Hasil tersebut menjadi kemunduran signifikan bagi Ferrari. Pasalnya, pada musim sebelumnya mereka nyaris merebut gelar juara dunia konstruktor setelah terlibat persaingan ketat dengan McLaren hingga seri-seri terakhir.

 

Kedatangan Lewis Hamilton ke Maranello pada awal musim sempat memunculkan optimisme tinggi. Namun, kehadiran juara dunia tujuh kali itu belum mampu memberikan dampak instan. Hamilton dan Ferrari justru terjebak persoalan konsistensi, membuat musim 2025 menjadi salah satu periode paling sulit sepanjang karier sang pembalap veteran.

 

Kepala Tim Ferrari, Fred Vasseur, tak menampik beratnya musim yang dijalani timnya. Meski demikian, ia menegaskan bahwa Ferrari tidak boleh larut dalam kekecewaan.

 

“Musim ini memang berat. Itu bukan soal perasaan semata, tetapi terlihat jelas dari angka. Namun yang paling penting adalah bagaimana reaksi kami,” ujar Vasseur, dikutip dari RacingNews365, Senin (12/1/2026).

 

Menurut Vasseur, fokus utama manajemen saat ini adalah menjaga energi positif di dalam tim, bukan sekadar menekan target hasil. Ia menilai evaluasi menyeluruh terhadap setiap persoalan menjadi kunci untuk bangkit secara bertahap.

 

“Hal terpenting adalah energi yang kami berikan untuk terus mendorong tim, memahami setiap masalah yang ada, lalu memperbaikinya satu per satu,” jelasnya.

 

Penurunan performa Ferrari sepanjang musim 2025 juga dipengaruhi oleh keputusan strategis tim yang mulai mengalihkan fokus pengembangan ke mobil musim 2026. Dengan regulasi teknis besar Formula 1 yang akan diberlakukan, Ferrari memilih membangun fondasi jangka panjang meski harus mengorbankan performa kompetitif jangka pendek.

 

Terkait performa Lewis Hamilton yang dinilai belum maksimal, Vasseur justru memberikan pembelaan. Ia menilai Hamilton tetap berkontribusi besar, terutama dalam menjaga arah kerja tim di tengah tekanan dan situasi sulit.

 

“Kami sudah memahami sejak awal bahwa tantangannya sangat besar. Ketika kami mulai meraih podium secara beruntun di akhir musim, itu adalah hasil kerja bersama,” tutur Vasseur.

 

Vasseur pun menegaskan bahwa kebangkitan Ferrari bukan tanggung jawab satu individu semata. Dengan sekitar 1.500 personel yang bekerja di Maranello, ia menekankan pentingnya kerja kolektif dalam membangun kembali kejayaan tim.

 

“Ini bukan pekerjaan satu pembalap atau satu insinyur saja. Ini adalah kerja tim, dan Lewis jelas menjadi bagian penting dari reaksi positif tersebut,” pungkasnya.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit